25.110 Siswa SD Belum Terima Ijazah

0
111

Margonda | jurnaldepok.id
Pelajar Sekolah Dasar (SD) yang lulus pada tahun ajaran 2017/2018 di Kota Depok hingga saat ini belum mendapatkan ijazah. Salah satu Kepala SD di Kota Depok yang enggan disebutkan namanya mengatakan, siswa SD yang lulus pada tahun ajaran tahun 2017/2018 belum mendapatkan ijazah.

“Ya tidak siswa di Kota Depok saja, siswa kami juga belum mendapatkan ijazah dari Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat,” ujarnya, kemarin.

Alasan belum diterimanya ijazah siswa dikarenakan adanya kesalahan teknis saat penerbitan ijazah siswa. Namun belum diterimanya ijazah oleh para siswa menurut dia tidak mempengaruhi proses Penerimaan Peserta Didik Baru saat masuk ke tingkat SMP, karena siswa diberilan Surat Keterangan Lulus dan nilai dari masing-masing sekolahnya.



Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin saat dikonfirmasi wartawan mengatakan ada sekitar 25.000 pelajar dan 400 sekolah yang ada di Kota Depok yang belum memiliki ijazah sampai saat ini.

Thamrin mengatakan, tidak terbitnya ijazah siswa SD di Depok dikarenakan ada kesalahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia saat pengiriman blangko.
Ia mengatakan, Kemendikbud saat itu mengirimkan blangko untuk kurikulum 2013, sementara di tahun ajaran 2017/2018 lalu, kebanyakan sekolah dasar di Depok masih menggunakan kurikulum tahun 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Jadi memang ada kesalahan dalam pengiriman, yang dikirim Kemendikbud ke kami itu kurikulum 2013 sementara di Depok itu kita masih menggunakan kurikulum 2006,” ungkapnya.

Thamrin menjelaskan, penundaan pemberian ijazah saat itu pun dikarenakan tidak meratanya blangko yang ia terima.

“Jadi dari 25.110 siswa SD kelas VI di Depok yang lulus, ada 7.935 ijazah yang tidak sesuai blangkonya,” ucapnya.

Penjumlahan yang tidak merata itu pun membuat Dinas Pendidikan Depok mengambil keputusan untuk menyamakan penundaan sampai blangkonya sudah tersedia semua.

“Kamisengaja memang dari awal tidak membagikannya karena gak merata ijazahnya dibagiin, jadi ditunda semua biar berbarengan aja pembagiannya sampai blangkonya sudah ada,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun telah mengirim surat permintaan blangko ke Kemendikbud untuk dikirim ulang.

“Kami sudah mengirim surat kembali ke Kemendikbud untuk penukaran blanko dan hari ini tim kami akan mengambil blanko kurikulum 2006 nya dari pusat,”katanya.

Thamrin mengatakan, akan memberikan ijazah siswa Sekolah Dasar (SD) lulusan tahun ajaran 2017/2018, Jumat (21/9) hari ini.

“Kami akan distribusikan Jumat besok ijazahnya paling lambat hari Senin (24/8),”katanya.

Thamrin mengatakan perwakilan Dinas Pendidikan Depok saat ini sudah menuju ke Kemendikbud untuk menukar blangko kurikulum 2013 ke blangko 2006. n CR1-JD

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here