Siswa SMK Tewas ‘Dicarok’ Saat Tawuran di Wilayah Citayam, Begini Kronologisnya

301
Kapolres Metro Depok beserta jajaran saat menunjukkan barang bukti yang digunakan saat tawuran.

Margonda | jurnaldepok.id
CSP, seorang pelajar SMK swasta di kawasan Cipayung tewas usai duel melawan siswa sekolah lain menggunakan senjata tajam di kawasan Citayam.

Kapolres Metro Depok, Kombes Arya Perdana mengatakan, kasus ini bermula dari aksi saling tantang tawuran antar dua kelompok pelajar melalui media sosial Instagram.

Saat dua kelompok pelajar ini bertemu, korban berinisial CSP dan pelaku inisial MZB kemudian saling tantang tantang duel. Satu lawan satu menggunakan celurit atau yang disebut carok.

“Iya memang ada satu lawan satu. Namun pelaku tidak terluka terlalu parah, tapi yang satunya lagi meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut hasil otopsi Rumah Sakit Polri, Kramatjati, korban CSP tewas akibat luka senjata tajam di bagian perut dan badan.

Pelaku, MZB diringkus sesaat setelah kejadian. Kasus tawuran dengan gaya carok itu kini dalam penyelidikan lebih lanjut Polres Metro Depok.

“Sistemnya mereka mencari mana nih yang mau tawuran. Ketika dapat lawan, terus akhirnya mereka laksanakan tawuran itu,” katanya.

Dia menambahkan, motif dari aksi duel maut ini hanya untuk gengsi harga diri, atau mencari sensasi agar sekolah menjadi terkenal.

“Jadi ini enggak ada penyebab singgungan atau mungkin permasalahan sosial, tidak ada. Ini memang mereka benar-benar murni niatnya tawuran aja,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here