DKUM Roadshow Sinkronisasi Program WUB, Wali Kota Janjikan Bangun Cloud Kitchen Tahun Ini

53
Wali Kota Depok saat memberikan arahan di acara koordinasi dan sinkronisasi dengan pemangku kepentingan dalam pemberdayaan usaha mikro.

Laporan: Rahmat Tarmuji
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok menggelar koordinasi dan sinkronisasi dengan pemangku kepentingan dalam pemberdayaan usaha mikro. Kegiatan tersebut dilakukan roadshow di 11 kecamatan.

Kepala Dinsa Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, Dede Hidayat mengatakan, pihaknya masih focus untuk mensukseskan program 5.000 wira usaha baru (WUB) dan 1.000 perempuan pengusaha.

“Ini adalah tahun ketiga yang sudah berjalan, di tahun pertama kami telah rekrut dan bina 2.100 orang, Alhamdulillah telah melampaui target lebih dari 100 persen,” ujarnya.

Di tahun 2023, pihaknya juga merekrut dan memberdayakan 2.114 orang terdiri dari 1.750 WUB dan 350 perempuan pengusaha serta telah melampaui target.

“Insya Allah tahun ini kami melakukan koordinasi dan sinkronisasi kembali, mudah-mudahan segala masukan dan usulan bisa disampaikan. Tahun ini kami menargetkan 1.800 orang dengan rincian 1.200 WUB dan 300 permpuan pengusaha,” paparnya didampingi Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Zulkarnaen.

Sementara itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, seharusnya program janji kampanye yang memprogramkan 5.000 WUB dan 1.000 perempuan pengusaha selesai di 2026. Namun, masa jabatan wali kota harus selesai di tahun ini.

“Dengan begitu, kami berupaya target tersebut selesai di tahun depan. Namun kami lihat dari sisi kekuatan fiskal kita, paling tidak sampai 2025 maksimal. Jika itu bisa, maka akan selesai seluruhnya janji kampanye untuk WUB,” jelasnya.

Lebih lanjut Idris mengatakan, pemerintah kota dalam hal ini DKUM terus melakukan pembinaan dari sisi izin, pengemasan hingga pemasaran.

“Tahun 2025 kami sudah menganggarkan juga untuk pembangunan cloud kitchen, ini sebuah system digital untuk memasarkan produk yang dibuat orang Depok ke seluruh dunia secara online,” terangnya.

Selain pasar online, Idris juga tengah mengumpulkan beberapa asset yang nantinya bisa dijadikan semacam gerai UMKM di Depok agar bisa berjualan secara offline.

“Misalnya ada tempat untuk pendidikan dan kesehatan, jika dirasa itu sudah cukup maka akan kami alihkan untuk kegiatan ekonomi,” ungkapnya didampingi Camat Sawangan dan Camat Bojongsari. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here