Kepengurusan Baru Dikukuhkan, Wali Kota Wanti-wanti KOOD Jangan Berpolitik Praktis

233
Wali Kota Depok saat memberikan sambutan di acara pengukuhan Pengurus KOOD.

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Dewan Pakar Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) yang juga menjabat Wali Kota Depok, Mohammad Idris berpesan kepada seluruh anggota KOOD untuk tidak berpolitik praktis mengatasnamakan organisasi dalam gelaran pemilu tahun ini.

“Secara pribadi dipersilahkan, siapapun memiliki hak untuk menentukan pilihan. Tapi kebhinekaan dalam pilihan ini harus tetap satu yakni KOOD. KOOD sebagai lembaga tidak boleh berpihak kepada partai politik apapun dan calon-calon, kecuali jika mereka bersepakat, namun sepertinya enggak,” ujar Idris, Sabtu (03/02/24).

Pernyataan itu dikatakan Idris usai menghadiri acara pengukuhan pengurus KOOD periode 2024-2029 di Alun Alun Depok.

Idris menambahkan, selama ini KOOD mengambil jalan tengah dalam berpolitik atau netral sebagai organisasi.

Menanggapi hal itu, Ketua KOOD Kota Depok, H Ahmad Dahlan mengatakan, pihaknya telah membuat kesepakatan dengan para anggota dan pengurus untuk tidak terlibat dalam politik praktis di setiap event pemilihan.

“Ini sudah menjadi kesepakatan di KOOD. Contoh, seperti di pilkada kemarin Bang Pradi orang Depok dan Pak Kiai juga orang Depok, namun KOOD saat itu diam. KOOD tidak berpolitik secara organisasi,” tandasnya.

Dahlan menegaskan, secara organisasi pihaknya juga melarang agar bendera maupun atribut KOOD digunakan di event politik.

“Alhamdulillah itu lolos. Kalau ada orang Depok atau anggota KOOD yang berpolitik kami dukung tapi tidak menggunakan atribut dan bendera KOOD. Silahkan jika secara personal dan itu suatu kewajiban,” terangnya.

Sementara itu Bendahara KOOD yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri mengungkapkan, KOOD ke depan harus lebih kompak lagi demi melestarikan budaya Kota Depok.

“Selama ini pemerintah kota menaruh perhatian besar kepada KOOD, pemkot pun mensupport beberapa kegiatan yang diselenggarakan KOOD seperti Lebaran Depok, ini harus tetap dilestarikan karena merupakan warisan budaya, kami gelontorkan anggaran untuk kegiatan itu,” katanya didampingi Sekretaris KOOD, Hj Nina Suzana.

Tak hanya itu, lanjutnya, Wali Kota Depok juga telah mengeluarkan SK yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Depok memakai baju Betawi Depok setiap pekannya.

Hadir dalam pengukuhan tersebut Wakil Wali Kota Depok, Forkopimda, Anggota DPRD, Dewan Sepuh, Ketua DWP serta anggota dan pengurus KOOD. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here