Sedang Berproses di PN Depok, Sengketa Lahan di Limo Masuk Tahap Mediasi

531
Jamalludin

Limo | jurnaldepok.id
Kuasa hukum ahli waris Tan Kim An, Jamalludin meminta kepada pengembang perumahan Habitat di Jalan Raya Pendowo dikawasan Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo untuk menghentikan sementara proses pembangunan rumah diatas lahan seluas 2.050 M2 yang terletak di Jalan Wareng RT 04/05, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Pasalnya lahan yang sedang dibangun kini masih berstatus lahan sengketa yang sedang dalam proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

“Kami mengimbau kepada pengembang perumahan Habitat yang sedang membangun rumah di atas lahan seluas 2.050 meter persegi yang masih berstatus sengketa antara klien kami ahli waris Tan Kim An dengan Budiman, karena sengketa lahan tersebut sudah masuk ranah hukum dan kini sedang dalam proses mediasi, tujuan kami mengingatkan pengembang agar pihak pengembang yang membeli lahan dari Budiman tidak mengalami kerugian lebih besar lagi jika nanti kami memenangkan perkara,” ujar Jamalludin kepada Jurnal Depok, usai menghadiri sidang mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Depok, kemarin.

Dikatakan Jamal, sesuai yang tercantum di Girik C. 456 Persil 28 kilennya memiliki lahan total seluas 4.500 meter persegi kemudian dijual kepada Budiman seluas 2.450 M2 sehingga masih ada sisa 2.050 M2 nah, disinilah sengketa lahan tersebut berawal karena ternyata sisa lahan yang tidak masuk pada jual beli sebelumnya ternyata dijual kembali oleh Budiman kepada HR. Djocky Dewonoto yang kemudian juga menjadi turut tergugat pada perkara nomor 356 / Pdt. 2023 / PN. Depok disamping turut tergugat lain yakni Lurah Grogol, Camat Sawangan, Lurah Grogol dan dan BPN Kota Depok.

Dia menambahkan, setelah ditelusuri ternyata jual beli sisa lahan seluas 2.050 M2 bermasalah, hal ini dikarenakan akta jual beli (AJB) ditanda tangani oleh Lurah yang saat penandatanganan AJB sudah tidak lagi menjabat sebagai Lurah Grogol dan sudah berpindah tugas sebagai Lurah Cimpaeun, Kecamatan Tapos.

“Ada dugaan keterlibatan oknum Kelurahan yang merekayasa Akta Jual Beli (AJB) tanah seluas 2.050 meter persegi, ini menjadi bukti kuat bahwa akta jual beli tanah seluas 2.050 meter itu cacat hukum,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tanah seluas 2.050 M2 persegi yang dibeli oleh Djocky Dewonoto kini sudah berstatus sertifikat hak milik (SHM) untuk itu Jamal mengatakan sudah mengajukan pemblokiran SHM nomor : 09974 atas nama Nyonya RR. Dewi A. Dewonoto yang notabene adalah istri dari H. Djocky Dewonoto.

“Kami sudah mengajukan pemblokiran sertifikat itu, dan kami juga meminta kepada pihak Kantor Kelurahan Grogol dan Kecamatan Limo untuk tidak melayani pihak tergugat untuk membuat surat dalam bentuk apapun juga yang berkaitan dengan lahan seluas 2.050 di Jalan Wareng RT 04 / 05, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo sebelum proses hukum inkrah,” pinta Jamalludin.

Disisi lain, Jamal berharap pada Mediasi kedua yang dijadwalkan pada tanggal 22 Februari, tergugat Djocky Dewonoto bisa hadir agar proses penyelesaian masalah sengketa antara kedua belah pihak berprogres.

“Sesungguhnya ketidak hadiran para pihak tergugat justru menjadi poin plus buat kami tapi untuk fair nya kami tetap berharap para tergugat bisa datang di PN Depok pada Mediasi kedua nanti,” tandasnya.

Saat ditanya terkait nilai lahan yang disengketakan oleh Klien nya versus Budiman, secara implisit Jamal hanya mengungkap bahwa harga tanah dilokasi itu saat ini berkisar antara Rp 5 hingga 6 juta / meter.

“lokasi tanah sangat strategis dan harga pasaran tanah disana sekitar lima hingga enam juta per meter, silahkan dihitung sendiri nilainya,” tutupnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here