Tak Mau Kondisi Jalan jadi Kotor & Semrawut, Caleg PPP Ogah Kampanye Menggunakan APK

122
Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Pemilihan Jabar VI, Aditya Herpavi Rachman (kanan) didampingi Caleg PPP Dapil Tapos-Cilodong, Yamsari Amirudin saat kampanye door to door.

Tapos | jurnaldepok.id
Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Pemilihan Jabar VI, Aditya Herpavi Rachman tidak mau menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) dalam kampanyenya.

Aditya mengatakan itu saat menghadiri kegiatan bersama warga di Kelurahan Sukamaju Baru, didampingi Caleg PPP Dapil Cilodong-Tapos, Yam Syari Amirudin.

“Untuk kampanye kami tidak menggunakan APK, hanya door to door atau rumah ke rumah bersama warga,”katanya.

Dia mengatakan, kampanye menggunakan Alat Peraga Kampanye bisa membahayakan warga seperti yang terjadi di Jakarta dan kota lainnya.

“Kami merupakan salah satu caleg yang tidak mengandalkan alat kampanye yang tertampang di jalanan,” ujarnya.

Aditya menambahkan, kampanye menggunakan APK akan menimbulkan masalah baru seperti masalah sampah dari bekas baliho, spanduk dan jenis lainnya.

Untuk meraih suara kemenangan Aditya melakukan tatap muka, rumah ke rumah yang dinilai sangat memiliki nilai daripada menggunakan APK.

“Kan kalau tatap muka bersama warga lebih akrab kebersamaannya, dibandingkan dengan memasang APK di jalan bikin semrawut,” jelasnya.

Selain tatap muka, dia bersama timnya menggunakan pola digitalisasi seperti melalui media sosial. Dalam kegiatan kampanye dia cenderung mengambil tema lingkungan hidup atau green action.

Isu itu diambil karena saat ini warga sudah merasakan dari dampak lingkungan seperti adanya tanah longsor, banjir dan bencana alam lainnya.

“Untuk itu kami sebagai Caleg dari PPP akan mengkedepankan green action kepada masyarakat. Salah satunya masalah sampah, dimana masalah tersebut harus segera diatasi,” tukasnya.

Di lokasi sama, Caleg PPP Dapil Cilodong-Tapos, Yam Syari Amirudin menyambut langkah yang dilakukan Aditya yang mengkampanyekan masalah lingkungan hidup. Salah satunya tidak menggunakan APK saat melakukan kampanye. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here