5 Dewan Dapil Saboci Sepakat Tak Saling Sikut, Irfan: Awas Ada Pemborong Yang Ambil Pangan Kita

162
Anggota DPRD Depok, Khairulloh Ahyari saat memberikan sambutan di acara Musrenbang Kelurahan Kedaung.

Bojongsari | jurnaldepok.id
Lima Anggota DPRD Depok petahana daerah pemilihan Sawangan, Bojongsari dan Cipayung (Saboci), sepakat tidak saling sikut di pileg, 14 Februari mendatang.

Kelima anggota dewan itu yakni, Hj Qonita Lutfiyah (PPP); H Irfan Rifai (Gerindra), Lahmudin Abdullah (PAN); Khairulloh Ahyari (PKS) dan Mad Arif (PDIP).

Hal tersebut terungkap pada gelaran Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan. Mereka berlima sepakat tidak akan mengganggu lumbung suara masing-masing anggota dewan khususnya di wilayah Kedaung.

“Cinangka ini lumbung suaranya Pak Lahmudin, bahkan sebelum saya jadi dewan beliau ini sudah banyak sumbangsihnya di Cinangka dan Kedaung. Jadi orang yang sudah berbuat harus kita doakan dan kita dukung biar jadi lagi. Alhamdulillah di Kedaung banyak dewan yang juga sudah berbuat seperti Ibu Hj Qonita, Pak Khairulloh dan Pak Mad Arif. Kita doakan orang-orang baik ini mudah-mudahan jadi kembali,” ujar Irfan Rifai, Anggota DPRD Depok, Selasa (23/01/24).

Dikatakannya, dirinya sudah memetakan ke setiap RW di Kedaung yang menjadi lumbung suara bagi mereka berlima.

“Makanya seperti ada kegiatan di RW tertentu saya enggak turun, karena saya tahu itu basisnya dewan lain. Ini bentuk penghormatan dan penghargaan saya kepada dewan-dewan yang lain. Jadi jangan sampai kita ini saling sikut-sikutan yang pada akhirnya jadi enggak, amsiyong iya, sayang-sayang suara,” paparnya.

Irfan yang saat ini duduk di Komisi A mengatakan, lima orang dewan ini sudah lama menanam dan besok (14 februari,red) waktunya memanen.

“Panen ini tak lain untuk pangan kita, jangan sampai ada istilah datang pemborong namun mengambil pangan kita untuk daerah lain,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Anggota DPRD Fraksi PKS, Khairulloh Ahyari. Ia mengatakan, bahwa dirinya dan kawan sejawatnya memiliki komitmen yang sama untuk memberikan dana aspirasi khususnya di Kelurahan Kedaung.

“Ustad Irfan sebagai putra daerah tentu memberikan porsi yang lebih besar. Namun kami juga berusaha memberikan yang terbaik untuk Kelurahan Kedaung. Mari jaga kondusifitas, pilihan boleh berbeda tapi ukhuwah dan persatuan harus tetap dijaga. Harmoni dan kondusifitas harus terjaga demi terwijudnya pembangunan wilayah,” tandasnya.

Sementara itu Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Mad Arif juga menyampaikan komitmennya untuk menciptakan pemilu yang damai.

“Ingat di wilayah siapa yang peduli, jadi wajar Pak Irfan sebagai putra Kedaung aspirasinya banyak. Jangan terbujuk janji oleh yang baru nyaleg, mending lihat kami yang ada di sini,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dirinya dan empat orang rekannya hingga 2026 mendatang masih memiliki dana aspirasi.

“Kalau nanti jadi lagi, pasti dana aspirasinya sampai 2031. Kalau mereka (para caleg,red) baru sebatas janji, iya kalau jadi, kalau enggak?, pasti pada kabur,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here