Lahir Sendirian, Ibu Yang Buang Bayinya di Selokan Diduga Depresi Karena Ditinggal Suami

112
ilustrasi

Cimanggis | jurnaldepok.id
GR, ibu muda yang membuang bayinya baru lahir di selokan di Jalan Nusa Indah, Gang Soka, Cisalak Pasar, Cimanggis, mengaku depresi karena ditinggal suami.

Ketua RT 08/RW 05 Kelurahan Cisalak Pasar, Zainuddin mengatakan, pelaku pembuangan bayi tersebut merupakan salah satu warga yang tinggal di lingkungannya.

Dia mengatakan, diduga ibu yang membuang bayinya mengalami depresi karena ditinggal suaminya dalam keadaan hamil hingga membuang bayi yang baru dilahirkan ke selokan.

“Mungkin depresi, karena kan suminya pergi, belum cerai sih, juga karena persoalan ekonomi,” katanya.

Zainudin menambahkan, saat proses persalinan melahirkan, GR melahirkan bayi tersebut seorang diri di dalam rumahnya tanpa bantuan siapapun.

Sebelumnya, seorang wanita tega membuang bayi yang baru dilahirkan di Jalan Nusa Indah Gang Soka, RT 05/05 Cisalak Pasar, Cimanggis, Kota Depok.

Pembuangan bayi tersebut terekam kamera pengawas di lingkungan. Dalam rekaman CCTV terlihat detik-detik ibu muda tersebut membuang bayinya di selokan rumah warga. Usai membuang bayi, pelaku langsung meninggalkan lokasi.

Kapolsek Cimanggis, Komisaris Judika Sinaga mengatakan, pembuangan bayi di Jalan Nusa Indah tersebut, anggotanya pun sudah mengecek di lokasi.

Kapolsek Cimanggis Komisaris, Judika Sinaga mengatakan, anggotanya sudah mengecek TKP pembuangan bayi di Jalan Nusa Indah.

“Bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru dilahirkan dan masih ada ari-arinya,” ujarnya.

Judika menuturkan, penemuan bayi tersebut berawal dari seorang saksi bernama Nardi yang keluar dan melewati depan rumah Sejahtera, melihat ada bayi yang masih hidup tergeletak di selokan depan rumah Sejahtera.

“Oleh saksi bernama Nardi itu langsung menginformasikan ke saudara Sejahtera dan diteruskan ke pengurus lingkungan. Kemudian Ketua RT setempat bersama warga membawa bayi tersebut ke bidan terdekat,” paparnya.

Namun karena lahir premature, kata dia, saksi diarahkan untuk dibawa ke Rumah Sakit Setya Bhakti.

“Dari RS Setya Bhakti lalu disarankan untuk dibawa ke RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Depok yang lebih lengkap peralatannya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here