KPU Catat Sebanyak 17.971 Pemilih Nyatakan Pindah TPS, Ini Alasannya

79
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Masyarakat antusias mengurus formulir pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak memilihnya pada 14 Februari 2024. Pantauan di PPS hingga Kantor KPU, warga antusias untuk antre mengisi formulir pindah TPS.

Ketua PPK Beji, Eko Yulianto kepada wartawan mengatakan, warga yang mengurus surat pindah TPS mayoritas dari kalangan mahasiswa.

“Kalau yang daftar ke kami mencapai sekitar 1.000 an. Rata-rata mereka pindah TPS dari luar Kota Depok,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KPU Depok, Willi Sumarlin mencatat hingga Selasa (16/04/24) tepatnya pukul 21.35, warga yang mengurus formulir pindah memilih mencapai 17.971.

“Rinciannya 10.478 pemilih masuk dan 7.493 pemilih keluar Depok, ini data sementara ya” ungkapnya.

Willi menjelaskan, ada tiga kategori pemilih dalam agenda Pemilu 2024, yakni pemilih yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Khusus (DPK) atau pemilih yang belum terdaftar dalam daftar pemilih dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) atau pemilih yang pindah memilih.

“Rata-rata orang yang mengajukan pindah memilih karena tugas kantor, belajar (mahasiswa) dan domisili (alamat tinggal tidak sesuai KTP),” katanya.

Untuk persyaratan pindah memilih adalah KTP, Kartu Keluarga (KK) dan dokumen pendukung pindah memilih.

“Misalkan karena tugas, harus melampirkan surat tugas yang ditandatangani pemimpin perusahaan dan lainnya, kemudian jika mahasiswa bisa melampirkan kartu mahasiswanya,” jelasnya.

Setelah mengajukan permohonan pindah memilih ini, nantinya pemilih akan menggunakan hak suaranya sesuai TPS tujuan atau yang diminta dalam formulir pindah memilih.

“Sebelumnya yang ajukan ditanya, dari TPS mana, warga mana, misalkan warga Depok ini mau ke mana, kelurahan apa, bisa juga dari Depok ke luar daerah, contohnya orang Depok yang menjadi mahasiswa di Semarang, demikian juga sebaliknya, nanti disebutkan TPS asal dan TPS tujuannya dalam formulir A pindah memilih,” kata Willi.

Ia menjelaskan, surat suara Pemilu 2024 bagi penduduk yang mengajukan pindah memilih akan disesuaikan.

“Misalnya pemohon pindah provinsi hanya akan mendapat satu surat suara untuk memilih capres dan cawapres atau Pilpres,” katanya.

Akan tetapi, kata dia, jika pindah memilih masih provinsi yang sama, akan dilihat lagi daerah pemilihannya.

“Kalau hanya pindah dapil atau kecamatan bisa mendapat 4 jenis surat suara (Pilpres, DPD RI dan DPR RI dan DPRD provinsi) atau 5 surat suara jika hanya berbeda kelurahan dan masih di Dapil yang sama, hanya memilih di TPS yang lain saja,” kata Willi.

Dia menambahkan, walaupun layanan pindah memilih dibatasi hingga 15 Januari, KPU masih membuka kesempatan untuk alasan tertentu. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here