Dipecat Bawaslu Depok dari Anggota Panwascam, Amri Buka-bukan dan Lapor ke DKPP

837
Amri Joyonegoro

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Amri Joyonegoro, anggota Panwascam Pancoran Mas yang dipecat oleh Bawaslu Depok mulai buka-bukaan dan membantah telah melanggar kode etik.

“Menurut saya, pemecatan itu terlalu tergesa-gesa dan ada beberapa hal yang cacat hukum dan nanti saya akan tindak lanjuti,” ujar Amri.

Amri meminta pihak Bawaslu memaparkan hasil rapat pleno yang memutuskan bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran kode etik hingga berujung pemecatan.

Amri mengatakan, dia dipanggil dan dimintai klarifikasi karena menghadiri acara keagamaan di lingkungan RW 14 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas.

“Kegiatan itu murni kegiatan keagamaan dan terbuka secara umum. Tapi, memang pesertanya dihadiri beberapa caleg dan timses partai politik,” paparnya.

Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui soal peserta yang hadir di lokasi karena bukan panitia.

“Saya hanya peserta dan berusaha menjadi warga yang baik untuk memenuhi undangan,” katanya.

Dia menambahkan, dirinya hanya fokus menyimak ceramah dan tidak terjadi perbincangan membahas politik, kampanye dan sejenisnya.

“Atas pernyataan ini, saya siap diambil sumpah atau bahkan mubahalah bila dirasa perlu,” ungkapnya sambil merujuk sikap memohon kutukan kepada Allah untuk dijatuhkan kepada orang yang salah/dusta, sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.

Ditanya terkait tuduhan ketua pengurus kelurahan dari salah satu partai, Amri pun siap mubahalah terkait tuduhan tersebut.

“Atas peringatan ini pun juga saya sangat kecewa dan berat hati untuk menerimanya. Kejadian tersebut terjadi jauh-jauh hari sebelum saya dilantik menjabat sebagai anggota Panwaslu Kecamatan Pancoran Mas. Foto juga diklaim sepihak oleh parpol tanpa sepengetahuan saya. Kejadian tersebut terdapat pada akun media sosial pihak lain (Parpol), bukan ada pada
akun media sosial saya pribadi,” jelasnya.

Ia pun mengaku terusik dengan pernyataan salah satu anggota Bawaslu Kota Depok yang mengatakan dirinya terafiliasi partai politik dan melakukan pelanggaran kode etik berat yang berulang.

“Atas hal ini saya ingin membersihkan dan merehabilitasi nama saya,” katanya.

Dari itu, pihaknya akan melaporkan kepada kepolisian atas pencemaran nama baik.

“Saya akan paralel melaporkan hal ini ke DKPP, saya akan menyiapkan bahan-bahan dan materinya, saya akan somasi dan menunggu dalam waktu 3×24 jam,” terangnya.

Dia juga meminta kepada Bawaslu Kota Depok agar memulihkan harkat, martabat dan nama baiknya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok memberhentikan seorang anggota Panwascam Pancoran Mas berinisial AJ karena melanggar kode etik. Pemberhentian AJ terungkap dari beredarnya surat keputusan (SK) Ketua Bawaslu Kota Depok.

Adapun SK Bawaslu Kota Depok yang beredar ini tertulis dengan nomor 01/HK.01.01/K.JB-25/1/202 tentang pemberhentian tetap anggota panitia pengawas pemilu kecamatan Pancoran Mas Kota Depok atas nama AJ.

Ia dianggap telah melakukan pelanggaran kode etik dan dikenai sanksi pemberhentian tetap. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here