Warga Puri Bali Demo, Tuding Proyek Perumahan Yukari jadi Biang Kerok Penyebab Banjir

112
Aksi demonstrasi yang dilakukan warga Perumahan Puri Bali.

Bojongsari | jurnaldepok.id
Warga Perumahan Tamansari Puri Bali, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, melakukan aksi unjuk rasa. Aksi unjuk rasa yang dilakukan karena wilayahnya selama sepekan ini dilanda banjir.

Aksi dimulai dari area depan kompleks, selanjutnya warga berjalan bersama dengan atribut kaos warna merah menuju bagian tengah perumahan, tepatnya di sekitar Masjid Puri Bali. Terdengar teriakan warga sambil mengepalkan tangan, “Save Puri Bali !. Bongkar Pintu Air!”.

Beberapa perwakilan warga menyampaikan orasi. Sebagian yang lain membentangkan spanduk tuntutan warna putih dengan tulisan merah.

Koordinator Aksi Warga Tamansari Puri Bali, Ary Murti kepada wartawan mengatakan, warga menuntut kepada pihak pengembang Perumahan Yukari bertanggungjawab atas banjir di sana. Banjir di kawasan hunian itu semakin sering terjadi beberapa bulan terakhir.

“Penyebab utamanya adalah penyempitan drainase di sekitar perumahan sehingga aliran air hujan terhambat. Warga kami menduga, penyempitan drainase ini salah satunya karena imbas dari tersumbatnya drainase dan pembangunan perumahan di sekitar komplek,”katanya.

Ia mengatakan, pengelolaan pintu air di sekitar komplek beberapa kali memicu konflik. Petugas yang diminta warga untuk menjaga pintu air mendapat intimidasi. Akibatnya, genangan akibat hujan deras tidak segera menyusut ke drainase di area komplek.

Selain pintu air yang tersumbat, banjir diduga kuat dipicu oleh berkurangnya kawasan resapan air di sekitar komplek.

“Ini terjadi karena adanya pembangunan perumahan di sisi timur komplek. Ketika hujan, area yang sebelumnya hutan jati menjadi penampung air. Kini hutan jati sudah berubah menjadi lahan perumahan baru. Proses pembangunan perumahan sedang berlangsung hingga saat ini,” ujarnya.

Warga lainnya, Umar Idris yang rumahnya terendam banjir merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di komplek itu.

“Ketika itu, air yang menggenai jalanan nyaris masuk ke area dalam rumah dari sore hingga malam. Aktivitas kami dan warga terdampak banjir terganggu selama genangan belum surut,” jelasnya.

Umar meminta para pihak yang memiliki kewenangan mengambil solusi. Sederetan banjir di Puri Bali bisa terjadi di wilayah lain ketika aparat pemerintah di tingkat bawah abai dengan tanggungjawabnya.

Jangan sampai, kata Umar, pembangunan mengabaikan aspek daya dukung lingkungan setempat. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here