Tak Kunjung Usai, Puluhan Warga Bojongsari Kembali Merana Akibat Terendam Banjir

234
Lurah Bojongsari, Yaya Sudira (pakai jas hujan) ketika memantau lokasi banjir di RW 01 dan 02 Bojongsari.

Bojongsari | jurnaldepok.id
Puluhan warga di lingkungan RW 01 dan 02 Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, kembali menderita gegara rumah tinggal mereka terendam banjir. Banjir disebabkan hujan deras pada, Rabu (06/12/23) sore dan buruknya saluran air yang berada di lingkungan warga.

“Ada 20 kepala keluarga yang terdampak banjir dengan total lebih dari 70 jiwa. Ini banjir terus berulang-ulang terlebih ketika turun hujan,” ujar Suhadi, Ketua RT 03/02 Bojongsari kepada Jurnal Depok, Rabu (06/12/23).

Ia menjelaskan, selain curah hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan oleh saluran air yang menyempit. Meskipun dari RW 01 dan 02 sudah dilakukan pembersihan, namun akibat penyempitan saluran air, banjir kembali terjadi.

“Penyempitan terjadi mulai saluran yang berada di bawah Jalan Raya Parung-Ciputat hingga Curug Topik. Kami ingin penyempitan yang di Curug dibongkar dan dilebarin lagi agar air mengalirnya lancar. Kalau hilirnya dilebarin Insya Allah air lancar,” paparnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap ada kerjasama antar dua keluarahan yakni Kelurahan Bojongsari dan Kelurahan Curug untuk menyelesaikan persoalan banjir tersebut. Pasalnya, Ia melihat, saat ini saluran air yang masuk ke wilayah Curug sudah dipenuhi bangunan.

“Dari itu, kami berharap pihak kelurahan, kecamatan, kota hingga provinsi harus turun menyelesaikan masalah ini. Tolong lihat dan bantulah kami yang setiap hujan turun selalu kebanjiran,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua LPM Bojongsari, Saidih Dokih mengungkapkan, selama ini pihaknya terus berupaya menyelesaikan persoalan banjir di lokasi tersebut.

“Mulai dari normalisasi saluran hingga menurunkan alat berat kami sudah lakukan. Memang ada penyempitan saluran di hilirnya. Ini yang menjadi penyebab utama, terlebih jika hujan deras dipastikan akan banjir,” tandasnya.

Namun begitu, Dokih akan terus berupaya menyelesaikan banjir di lokasi tersebut dengan membangun komunikasi lintas kelurahan.

Salah seorang warga korban banjir, Sulaiman mengatakan, selama ini penyelesaian banjir di lingkungannya seolah tak kunjung usai.

“Pemkot harus turun, karena pelebaran saluran air sering kali terkendala jalur koordinasi. Kami ingin wali kota, masyarakat dan dinas terkait duduk bareng untuk menyelesaikan masalah yang sudah tahunan ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, warga sudah bosan menghadapi musibah yang selalu terulang. Padahal, kata dia, jika ada penyelesaian yang konkret musibah tersebut tak terulang.

Semantara itu, Lurah Bojongsari, Yaya Sudira hingga Rabu petang masih berada di lokasi banjir di lingkungan RW 01 dan 02 untuk memantau dan mendata langsung warga yang menjadi korban banjir. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here