Sosialisasi Tugas dan Wewenang Komisi D, Qonita Ajak Warga Awasi Program Pemerintah

127
Anggota DPRD Depok, Hj Qonita Lutfiyah didampingi tokoh masyarakat saat melakukan Sosialisasi Tugas dan Wewenang Komisi D DPRD Kota Depok Tahun Sidang 2023.

Sawangan | jurnaldepok.id
Anggota DPRD Depok, Hj Qonita Lutfiyah mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi program pemerintah kota yang masuk dalam bidang Komisi D DPRD Depok seperti kesehatan, pendidikan, social, keagamaan dan kepemudaan.

Ajakan itu diungkapkan Qonita saat menggelar Sosialisasi Tugas dan Wewenang Komisi D DPRD Kota Depok Tahun Sidang 2023.

“Ada dua kewajiban yang harus dilakukan oleh Anggota DPRD, yang pertama reses. Dimana reses ini kami lebih banyak mendengarkan aspirasi dan masukan-masukan dari masyarakat untuk memfasilitasi kemudian mewujudkan aspirasi tersebut,” ujar Qonita, Kamis (30/11/23).

Yang kedua, lanjutnya, Anggota DPRD Depok berkewajiban untuk melakukan sosialisasi terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Dimana, DPRD memiliki alat kelengkapan dewan yang berbeda-beda tugas serta fungsinya.

“Ada Komisi A yang menangani masalah perizinan, Komisi B yang menangani masalah ekonomi dan pariwisata, Komisi C menangani pembangunan dan Komisi D yang menangani pendidikan, kesehatan, kepemudaan, sosial, keagamaan,” paparnya.

Qonita yang merupakan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengungkapkan, selama dua periode dirinya tetap bertahan di Komisi D bukan tanpa alasan.

Ia melihat, masih banyak pelayanan-pelayanan berkaitan kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan yang harus diperbaiki.

“Dibidang pendidikan, meskipun belum terlihat sempurna namun kami upayakan setiap tahun semakin baik. Dibidang kesehatan, pelayanan di puskesmas maupun RSUD kami terus evaluasi agar lebih baik lagi,” katanya.

Putri KH Syukron Mamun itu juga sempat menyinggung masalah penangan stunting yang baru-baru ini viral. Dimana program pemerintah kota untuk memberikan makanan tambahan untuk stunting dinilainya sangat baik.

“Namun tentu harus dikawal bersama-sama dan evaluasi agar program yang baik bisa tepat sasaran dengan implementasi yang baik pula. Mudah-mudahan masalah stunting dan PMT ke depan tidak bermasalah lagi. Kalaupun ada masalah silahkan untuk disampaikan ke kami,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Qonita juga menerima masukan dan aduan dari para kader posyandu yang mengeluhkan layanan kesehatan yang dianggap menyulitkan masyarakat.

“Pernah ada kejadian, saat itu saya membantu warga membuat Bansos syaratnya harus sudah vaksin booster. Anehnya, warga sudah booster tetap ditolak dengan alasan boosternya di luar Depok. Saya sangat kecewa dengan bagaian verifikasi di Dinkes, padahal warga lagi sangat membutuhkan,” ungkap Maswani, salah seorang kader.

Atas peristiwa tersebut, Qonita berjanji akan melakukan konfirmasi ke Dinas Kesehatan Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here