Mahasiswa UI Berikan Pendampingan Hukum Kepada Komunitas Masyarakat Terminal

71
Suasana sosialisasi dan Edukasi kepada masyarakat komunitas di Masjid Terminal Depok terkait pendampingan hukum anti diskriminasi.

Laporan: Aji Hendro
Unit Riset Hukum Kesehatan (Center of Health Law and Policy Indonesia) melaksanakan Pengabdian Masyarakat dalam bentuk Sosialisasi dan Edukasi kepada masyarakat komunitas di Masjid Terminal Depok terkait pendampingan hukum anti diskriminasi.

Tim Pengabdian Masyarakat terdiri dari Dosen Pendamping, yaitu Anna Erliyana, Wahyu Andrianto, serta Mahasiswa FH UI, yaitu Dania Rizky Nabilla Gumilar, Farrel Charlton Firmansyah, Melody Akita, Haura Fatima dan Satrio Alif Febrianto.

Acara ini dimoderatori oleh Dania Rizky Nabilla Gumilar, sebagai Asisten Dosen dan Peneliti Senior Unit Riset Hukum Kesehatan FH UI.

Perwakilan dari UI, Anna Erliyana mengatakan, kelompok masyarakat pada Komunitas Masjid Terminal Depok merupakan kelompok masyarakat yang sering mendapat perlakuan diskriminatif termasuk dalam hal ketika mencari bantuan hukum.

“Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dihadiri oleh 50 peserta terdiri dari orang tua siswa yang bersekolah di Sekolah Master, tunawisma disekitar Masjid Terminal Depok dan advokat dari Lembaga Bantuan Hukum Master Depok,” ujarnya.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini mengusung judul sosialisasi pendampingan Hukum Bagi Kelompok Masyarakat Rentan Melalui Advokasi Anti Diskiriminasi.

Advokat dan Peneliti Senior CHLP FH UI, Benedetto Setyo Utomo menambahkan, muatan sosialisasi mencakup pemaparan mengenai hak-hak yang dimiliki masyarakat untuk mendapatkan bantuan hukum, bagaimana seharusnya sebuah bantuan hukum dilakukan dan penjelasan terkuat anti-diskriminasi dalam bantuan hukum.

“Dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum dikatakan bahwa, bantuan hukum adalah jasa hukum yang diberikan oleh pemberi bantuan hukum secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum. Kemudian bantuan hukum adalah khusus bantuan hukum bagi golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah,”katanya.

Dalam melaksanakan bantuan hukum harus dipenuhi asas-asas keadilan; persamaan kedudukan di dalam hukum; keterbukaan; efisiensi; efektivitas; dan akuntabilitas.

“Untuk memenuhi asas-asas tersebut maka dalam melakukan bantuan hukum perlu dilakukan dengan cara yang non-diskriminatif. Kemudian dilakukan juga edukasi melalui penyebaran media pembelajaran seperti poster dan infografis terkait hak untuk mendapatkan bantuan hukum untuk siapapun tanpa diskriminasi.

Adapun tujuan dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait hak-hak masyarakat rentan untuk mendapatkan akses keadilan secara penuh.

Di akhir sesi pemaparan para narasumber secara terbuka memberikan konsultasi terhadap beberapa masyarakat yang sedang menghadapi permasalahan hukum dan membutuhkan pendampingan hukum. Beberapa masyarakat tersebut selanjutnya akan didampingi oleh LBH Master Depok dalam menjalani proses hukumnya.

Salah satu warga Master, Desy mengapresiasi kegiatan Pengabdian Masyarakat FH UI ini mengenai pendampingan hukum anti-diskriminatif bagi masyarakat kurang mampu.

“Karena kami (Masyarakat Komunitas Masjid Terminal Depok) sering mengalami diskriminasi karena ketidaktahuan kami mengenai hukum. Kami berharap semoga kegiatan seperti ini akan terus ada bagi kami,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here