Berdayakan Ekonomi, Dewan Masjid Indonesia Kota Depok Tingkatkan Kapasitas SDM DKM

15
Ketua dan Pengurus DMI Kota Depok foto bersama usai pelatihan.

Laporan: Aji Hendro
Masjid memiliki peran yang sangat strategis di masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah namun juga pemberdayaan ekonomi. Masjid tidak hanya mandiri secara ekonomi, namun juga mampu memberdayakan.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Depok, H Eko Waludi dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Tahun 2023.

Adapun tema yang diangkat adalah “Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kemasjidan Dalam Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”.

“Keberhasilan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid terlaksana dengan baik adanya faktor pendukungnya. Diantaranya, Sumber Daya Manusia (SDM) dan lainnya. Kemampuan manajemen dan penerapan tata kelola yang baik. Tentu, tata kelola yang baik menerapkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independen dan kewajaran,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai potensi ekonomi masjid bisa diberdayakan. Diantaranya, pengelolaan kotak amal masjid untuk sarana fisik maupun non fisik.

Ia menambahkan, pembentukan aliansi lembaga Laziswa dalam menghimpun zakat, infak dan shadaqah. Tidak hanya untuk masjid, lanjutnya, juga dalam pemberian beasiswa, anak yatim dan kegiatan lainnya.

“Pengembangan koperasi masjid dengan jamaah sebagai anggotanya. Dalam pemberdayaan ekonomi masjid, tentu tidak bisa diterapkan secara sama dengan masjid yang sudah maju dalam ekonomi. Kami mengajak pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar memberdayakan ekonomi masjid berdasarkan potensinya masing-masing. Semoga dengan ekonomi masjid maju juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya,” harapnya.

Bendahara DMI Depok, H Zubair Halim mengungkapkan, DMI harus bisa membantu orang lain. Dirinya berharap agar memiliki data base masjid, potensi jamaah dan ekonomi. Selanjutnya, tinggal menyusun langkah melalui sistem.

Dikatakannya, potensi ekonomi berbasis masjid sangat tinggi yang bisa dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan, masyarakat menginginkan dalam mengakses pangan yang murah dan lainnya.

“Dimulai dari yang sederhana seperti melayani pulsa, sembako, umroh dan lainnya semua berbasis masjid. Disini, Pengurus DMI dan DKM bisa menjadi agen atau marketingnya. Tentu, masih banyak harus dilakukan seperti dengan adanya pelatihan kewirausahaan,” tandasnya.

Dengan adanya data base dan sistem yang berjalan, kata dia, tentu bisa membantu Pemerintah Kota Depok atau bagian Kesra.

“Semoga kolaborasi dan sinergitas dengan Pemkot Depok terus berjalan dengan baik,”harapnya.

Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Sauri mengungkapkan, sejarah mencatat pengurus masjid memiliki peran penting sejak sebelum ataupun setelah kemerdekaan.

“Salah satunya dalam mempertahankan ideologi dan akidah jamaah dari penjajah hingga Islam menjadi agama yang kuat,” katanya.

Untuk itu, dirinya meminta DMI Kota Depok terus memberdayakan ekonomi masjid. Dengan berkembangnya ekonomi masjid maka pengurus masjid juga ikut sejahtera.

“Apalagi, tahun 2024 merupakan tahun politik karena ada Pilpres, Pileg dan Pilkada. Merupakan ajang pertaruhan Bangsa Indonesia ke depan. Kami minta DMI untuk menjaga keharmonisan antar sesama agar tercipta suasana kondusif, aman dan nyaman. Semoga kehadiran DMI bisa memberikan pembinaan pada DKM dan kemajuan bagi masjid di Kota Depok,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here