Orang Tua Siswa Menjerit KCD Malah Legalkan Sumbangan di Sekolah, Ini Alasannya

2014
Ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Kota Depok dan Kota Bogor, Asep Sudarsono turut menanggapi persoalan sumbangan Rp2,8 juta di SMK Negeri di Depok untuk kebutuhan sekolah tidak tercover dari Dana Operasional Sekolah (BOS).

“Tidak ada larangan menggalang sumbangan dari orang tua yang mampu, bagi orang tua yang tidak mampu dibebaskan,” katanya.

Ia menjelaskan, sumbangan tersebut diperbolehkan karena sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomo 48 Tahun 2008. Kemudian Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan Pergub Nomor 97 Tahun 2022.

“Bahwa biaya pendidikan tanggung jawab pemerintah pusat melalui BOS dan pemerintah daerah melalui BOPD serta peran serta masyarakat melalui sumbangan pendidikan,” ujarnya.

Satuan pendidikan, kata dia, di dalam melaksanakan programnya harus menyusun Rancangan Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) jika dalam melaksanakan programnya sekolah.

“Ternyata biayanya sudah dapat ditanggulangi oleh BOS dan BOPD, maka tidak perlu ada sumbangan dari orang tua,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika masih ada program yang belum bisa dibiayai oleh BOS dan BOPD, satuan pendidikan menyampaikan kebutuhannya kepada komite, maka komite dapat meminta sumbangan dari orang tua siswa atau pihak lain yang peduli.

“Dengan ketentuan orang tua yang tidak mampu dibebaskan dari penggalangan sumbangan. Sumbangan diperuntukan untuk orang tua yang mampu. Agar satuan pendidikan mampu menuntaskan program yang disusunnya,” jelasnya.

Asep menambahkan, SMK Negeri di Depok melaksanakan aturan tersebut karena biaya dari BOS dan BOPD belum bisa membiayai keseluruhan program sekolah. Maka, kata dia, komite meminta sumbangan dari orang tua siswa.

“Sumbangan yang mereka berikan akan memiliki manfaat untuk anak anaknya serta ada pengawasan dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Pemuda Limo (FPL), Lukman Hakim mengaku mendapat keluhan dari sejumlah orang tua (ortu) siswa terkait penetapan besaran uang untuk kegiatan Perkemahan Kepanduan bagi siswa kelas X yang mencapai Rp 803.400,- untuk setiap siswa.

Hal serupa juga dialami oleh orang tua siswa SMA Negeri 10 Depok yang mengeluhkan banyaknya pungutan biaya di sekolah.

Ia meminta pihak terkait untuk mengusut pungutan tersebut karena dirasakan memberatkan para orang tua siswa.

“Banyak pungutan uang tak jelas seperti uang infaq Rp 200 ribu/bulan, uang Pramuka Rp 100 ribu/tahun dan uang seragam Rp 1.700.000. Alasannya uang tersebut untuk operasional sekolah,” kata orang tua siswa yang namanya enggan disebutkan. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here