Panggil Beberapa Saksi Hingga Olah TKP, Kematian Ibu & Anak di Cinere Masih Misterius

149
Aparat Kepolisian saat melakukan olah TKP terkait kasus tewasnya ibu dan anak di wilayah Cinere.

Cinere | jurnaldepok.id
Kematian seorang ibu berinisial GA (64) dan anaknya DA (38) di Perumahan Bukit Cinere Indah, Kecamatan Cinere, hingga kini masih misterius dan belum ditemukan penyebab atau motif dari peristiwa tersebut.

Untuk mengetahui kematian ibu dan anak, aparat kepolisian gabungan dari Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya kembali melalukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Samian di lokasi kejadian mengatakan, Polda Metro Jaya telah menyelesaikan olah TKP, Jumat (08/09/23).

“Kami bersama dengan tim apsifor (asosiasi psikologi forensik) dan dari kesehatan forensik Polda Metro Jaya melakukan penyelidik induktif, melihat tempat kejadian, melihat pola kehidupan dan profil kesehatan dari korban. Yang kami harapkan bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Ia mengatakan, olah TKP dilakukan di semua ruangan karena dicari petunjuk untuk membuat lebih terang.

“Ada beberapa dokumen yang kami amankan, yang tentunya kami harapkan bisa jadi petunjuk. Tentunya dokumen yang terkait. Ada beberapa catatan-catatan dan bukti-bukti pembayaran. Sementara ada yang terkait (dokumen kesehatan),” katanya.

Dia mengatakan, proses olah TKP yang kedua ini melibatkan banyak unsur dari berbagai profesi. Penyelidikan ini juga dilakukan secara komprehensif.

“Penyelidikan yang kami lakukan komprehensif, sehingga pada saat kami lakukan secara komprehensif, interprofesi, melibatkan forensik. Sehingga pada saat kami melakukan induktif di TKP, kami padukan dengan penyelidikan deduktif di luar, kami perlu melihat kembali,” jelasnya.

Pihak Kepolisian, kata dia, telah memeriksa beberapa saksi, termasuk dua nama inisial S dan K yang tertulis di kertas dekat korban.

Sementara Samian menuturkan, untuk bukti yang ditemukan sebelumnya yakni dua botol cairan masih diselidiki sambil menunggu hasil autopsi.

“Keluarga akan kami lakukan klarifikasi. Kurang lebih 10 dari keluarga, dari lingkungan. Untuk cairan yang didapatkan, tentunya hanya kami ambil sampel, kami akan ujikan apakah itu zat tertentu atau hanya air biasa,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya warga di Perumahan Bukit Cinere menemukan jenazah ibu dan anak dalam kondisi sudah meninggal dunia dalam kondisi tidak layak di kamar mandi.

Kepala Urusan Humas Polres Metro Depok, Iptu Made Budi dalam keterangannya mengatakan, menurut keterangan warga di sekitar rumah, korban hanya tinggal berdua (ibu dan anak).

Penemuan mayat berawal dari saksi Jafar, salah seorang warga yang awalnya melapor kepada satpam perumahan bahwa penghuni rumah tak kelihatan sekitar satu bulan.

“Akhirnya saksi mengajak RT Sony Wicaksono untuk bersama-sama mengecek ke rumahnya. Saksi mencoba masuk ke dalam pagar lalu membuka garasi rumah dan mencium bau tidak sedap dari ruang kamar mandi,” ungkapnya.

Satpam perumahan itu kemudian menghubungi Polsek Cinere. Polisi kemudian menuju ke TKP dan melakukan pengecekan.

“Di dalam rumah itu ditemukan dua mayat yang tinggal kerangka dalam kondisi masih berpakaian. Korban ditemukan di kamar mandi dengan posisi bersebelahan,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here