PKS Pastikan Anies Tetap Calon Presiden, Wacana Duet Ganjar-Anies Layu Sebelum Berkembang

127
Calon Presiden, Anies Baswedan Foto bersama dengan Presiden PKS dan jajaran DPP.

Margonda | jurnaldepok.id
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu turut menanggapi terkait isu duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang akan dipasangkan di Pilpres 2024 mendatang.

Dikatakannya, PKS bersama Partai Demokrat dan Nasdem telah menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (Capres).

“PKS tetap berpegang kepada hasil musyawarah majelis syuro ke-8, bahwa Anies Baswedan yang diamanatkan menjadi calon presiden, jadi bukan calon wakil presiden,” tegasnya.

Dari itu, kata dia, jika ada upaya untuk memasangkan Anies Baswedan sebagai cawapres, ini bukanlah yang diamatkan oleh PKS.

“PKS tetap kepada hasil majelis syuro nya, menjadikan Anies Baswedan sebagai capres,” paparnya.

Sebelumnya, dikutip dari tempo.co, Juru Bicara Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Sudirman Said menjawab isu dipasangkannya Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Menurut Sudirman, wacana duet Anies-Ganjar yang ramai dibicarakan tersebut menunjukkan politik yang sehat dan dewasa.

“Semua pihak membuka kemungkinan bekerja sama dengan pihak lainnya. Tidak ada yang secara apriori menolak atau mengharuskan bermitra dengan siapapun. Yang menyatukan perjuangan politik kita haruslah cita-cita memajukan bangsa,” katanya melalui keterangan resminya, Rabu (23/08/23).

Sudirman menambahkan konstelasi politik memiliki dinamika yang membuka segala kemungkinan.

“Bagi Koalisi Perubahan, semakin banyak komunikasi antartokoh dan institusi politik, akan semakin baik untuk mendinginkan suhu kontestasi,” jelasnya.

Mantan menteri ESDM itu mengatakan, sejak proses pencapresan dimulai, Anies banyak disandingkan dengan berbagai figur yang dianggap tepat menjadi cawapres Anies.

“Bagi kami ini merupakan pengakuan bahwa tokoh yang kami usung memiliki “keberterimaan” yang luas, dan dengan begitu memiliki kapasitas untuk menyatukan berbagai elemen bangsa,” kata Sudirman.

Namun begitu, kata Sudirman, soal jadi atau tidak berpasangan, tergantung keputusan akhirnya.

“Itu kan jodoh. Tapi bahwa banyak pihak membuka komunikasi dengan Pak Anies, itu sesuatu yang kami syukuri,” jelasnya.

Sudirman mengatakan, koalisi perubahan selalu mengedepankan sikap terbuka dan membicarakan segala kemungkinan secara transparan.

“Spesifik soal memasangkan Anies dan Ganjar kan baru muncul belakangan. Di samping itu, di koalisi soal nama cawapres sudah mengerucut ke satu nama. Semua pemimpin partai politik anggota KPP sudah mengetahui arah keputusan soal pasangan. Bila ada perubahan tentu akan melalui pembahasan dan persetujuan kolektif,” tambah Sudirman.

Jika jadi berpasangan, kata dia, Anies Baswedan tetap harus menjadi calon presiden atau Capres.

“Capres KPP Anies Baswedan. Dan Sejauh ini semua partai pengusung memiliki komitmen dan confident yang tinggi bahwa Anies Baswedan adalah jawaban dari situasi dan kondisi bangsa ini. Karena itu tidak ada perubahan dalam soal pencalonan Anies sebagai bacapres,” tutupnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here