Masih Ada Sekitar 1.000 Sertipikat PTSL Yang Belum jadi, BPN Depok Buka Posko Pengaduan

2120
Kepala BPN Depok (kiri) saat menerima penghargaan dari Wali Kota Depok.

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Indra Gunawan mengungkapkan, pihaknya telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) namun hingga kini belum jadi.

“Dalam dua bulan terakhir ini kami sudah umumkan, jika ada masalah pertanahan silahkan datang ke kantor pertanahan, enggak usah ke yang lain-lain. Karena enggak ada tempat lain untuk menyelesaikan persoalan terkait pertanahan, apalagi ini proyek strategis nasional. Datang kepada kami apa yang menjadi persoalan,” ujar Indra kepada Jurnal Depok.

Ia menambahkan, seperti di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, dahulu informasinya ada persoalan. Namun setelah dicek, ternyata PTSL nya sudah jadi.

“Memang yang belum jadi ini ada persoalan kekurangan admistrasi, tapi ada juga yang benar-benar terjadi overlaping sehingga tidak bisa diselesaikan. Kami akan lihat permasalahan secara detail, apa yang menyebabkan itu belum selesai,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari 114 ribu sertipikat dalam lima tahun terakhir yang mengikuti program PTSL, hanya tersisa satu persen yang belum selesai hingga tahun 2022.

“Bahkan tidak sampai satu persen, yang belum jadi atau belum diserahkan sampai saat ini ada sekitar 1.000an dalam lima tahun ini,” katanya.

Dari itu, ia mengimbau masyarakat siapa saja yang memiliki persoalan terkait pertanahan khususnya program PTSL untuk segera melapor.

“Karena bisa saja belum didaftarkan, bisa saja sudah diukur namun programnya memang hanya sampai di tingkat pengukuran,” jelasnya.

Untuk memastikan semuanya berjalan lancar, pihaknya telah membuka posko pengaduan lengkap dengan tim penyelesaiannya.

“PTSL yang belum selesai segera laporkan ke kantor kami, ke posko pengaduan. Hindari persoalan kedepan, untuk pemegang sertipikat lama harap datang ke kantor pertanahan untuk pemeliharaan data,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here