Bacok Korbannya Dengan Senjata Tajam, Residivis Ditembak Polisi Saat Ditangkap

96
Polisi saat menggelar jumpa pers terkait pembacokan terhadap korban pencurian.

Margonda | jurnaldepok.id
Salah satu dari dua orang residivis dengan modus pencurian di rumah kosong ditembak petugas kepolisian ssat ditangkap di kawasan Bojonggede.

Wakasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan kepada wartawan mengatakan, Tim Opsnal Gabungan Polres Metro Depok dan Polsek Beji berhasil meringkus kelompok perampok sadis yang beraksi puluhan kali di wilayah Kota Depok.

Dia mengatakan, kedua pelaku AAN alias ASIK dan P berhasil dibekuk anggota di rumah kontrakan daerah Bambu Kuning, Kecamatan Bojonggede.

“Penangkapan kedua pelaku adanya laporan pencurian di rumah kosong di Jalan H. Saimin No.21 RT 03/11, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kamis (17/08/23) sekitar pukul 10.00 WIB. Namun saat melakukan aksinya kedua pelaku kepergok oleh pemilik rumahnya,” ujarnya.

Karena ketahuan, kata dia, lalu pelaku membacok korbannya yang merupakan seorang ibu rumah tangga.

“Korban yang dibacok pelaku menggunakan golok yakni Siti Auliyah hingga terluka di pundak bahu belakang dan harus mendapatkan 12 jahitan dan sampai saat ini masih dirawat di RS Fatmawati,” katanya.

Dia menambahkan, saat korban bersama keluarga usai mengikuti lomba 17 Agustusan memperingati hari Kemerdekaan RI ke 78 di lingkungan, korban Siti Auliyah pulang lebih dulu ke rumah melihat pagar rumah sudah terbuka.

“Jadi saat korban ini pulang ke rumah melihat pagar rumah kebuka dan tidak lama pelaku berjumlah empat orang keluar rumah, korban sontak berteriak maling sambil mengejar pelaku,” jelasnya.

Karena kepergok oleh warga saat mencoba melarikan diri, pelaku kembali mengejar korban saat itu langsung dibacok hingga korban terluka dan pelaku berhasil kabur.

“Anggota mendapat informasi keberadaan pelaku di rumah kontrakannya daerah Desa Bambu Kuning, Bojonggede. Gerak cepat langsung dilakukan penangkapan ada dua pelaku di dalam kontrakan langsung ditangkap,” tambahnya.

Sementara itu hasil pemeriksaan para pelaku AAN ini merupakan penjahat kambuhan yang sudah keluar masuk penjara.

“Pengakuan pelaku AAN ini sudah tiga kali keluar masuk penjara termasuk juga pernah ditangkap Polres Metro Depok pada tahun 2021 atas kasus pencurian rumah kosong. Dalam kasus ini AAN sebagai kapten yang membacok korban, lalu P ikut serta menunggu di luar rumah sebagai pengintai,” terangnya.

Sebagai spesialis pencuri rumah kosong (rumsong) di siang hari, pelaku kerap mencari sasaran secara random.

“Dalam aksinya para pelaku tidak segan-segan jika kepergok saat menjalankan aksinya akan melukai korbanya dengan senjata tajam golok dan pisau yang selalu dibawa para pelaku setiap beraksi,” tuturnya.

Selain itu, pelaku mempergunakan jasa penjualan online untuk menjual hasil kejahatannya untuk foya-foya.

“Barang bukti yang berhasil disita hasil penggeledahan di kontrakan pelaku satu unit motor Honda Vario hitam B 4812 BWF, tiga bilah golok, perhiasan emas, sepuluh jam tangah mewah, kunci-kunci pas, tiga buah linggis, satu jaket ojol, satu helm, dua pasang sepatu, tas ransel, tas wanita, beberapa kunci rumah, tiga buah linggis, beberapa kunci L dan tiga obeng,” ungkapnya.

Sememtara itu, kedua temannya yang belum tertangkap masih dalam pengejaran tim di lapangan. Sedangkan untuk pelaku AAN resividis tiga kali dihadiahi proyektil timah panah senjata api petugas bersarang di betis kaki kanan karena berusaha melawan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kedua pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP Pencurian kekerasan dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here