Nah…Polres Depok Mulai Larang Sopir Bus Bunyikan Klakson Telolet, Siap-siap Ditilang

159
Bus jurusan Depok-Bandara saat melintas di Jalan Raya Margonda

Margonda | jurnaldepok.id
Setelah melarang pengguna sepeda listrik masuk ke jalan raya, kini pihak Kepolisian Polres Metro Depok mengeluarkan larangan klakson telolet yang biasa dilakukan oleh bus Pariwisata atau Bus AKAP.

Kapolres Metro Depok, Kombes H Ahmad Fuady didampingi Plt Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Sugiyanto mengatakan, klakson telolet dalam undang-undang lalu lintas jelas dilarang.

“Terkait pelarangan klakson telolet telah diatur dalam perundangan-undangan dalam satuan desibel yakni paling rendah 83 desibel dan paling tinggi mencapai 118 desibel. Dalam penggunaan bunyi klakson kendaraan bermotor sudah diatur,” ujar Fuady.

Selain itu, sambungnya, dalam UU Lalu Lintas dikatakan juga angkutan jalan telah diatur bahwa setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

“Klakson telolet suaranya sangat memekakan atau mengganggu telinga sehingga dapat mengganggu konsentrasi baik diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Sementara itu Plt Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Sugiyanto menambahkan, sesuai dalam pasal 106 ayat 1 setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor harus berlaku wajar dan penuh konsentrasi.

“Dalam artian penuh konsentrasi disini adalah perhatian tidak boleh melakukan kegiatan yang dapat menurunkan kemampuan mengemudi,” tandasnya.

Pengemudi yang tidak konsentrasi, kata dia, ada sanksinya diatur dalam pasal.283 UU No 22 th 2009, daoat dipidana dengan pidana kurungan 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 ( tujuh ratus lima puluh ribu rupiah ) dan atau bisa dikenakan memasang perlengkapan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan, pasal 279 pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Untuk itu Sugiyanto akan mengerahkan seluruh personil untuk melakukan patroli jika kedapatan membunyikan klakson telolet akan mendapatkan tindakan tegas.

“Selama ini sudah menjadi fenomena para anak-anak kecil menuliskan di sebuah kertas ‘om telolet’ bisa di sembarang tempat yang membahayakan keselamatan. Setelah ada pelarangan pembunyian klakson tersebut jika anggota saat melakukan patroli akan dikasih sanksi tegas,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here