Merasa Kariernya ‘Dipendam’, Seorang ASN Pemkot Depok Luapkan Kekecewaan

4044
Cardi Rusyandi

Limo | jurnaldepok.id
Kasie Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Cardi Rusyandi, S. Sos, MM, kemarin memaparkan unek-uneknya prihal karier dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 30 tahun, namun tidak mendapatkan posisi jabatan yang sesuai dengan golongan kepegawaian dan latar belakang pendidikan.

“Sekarang coba dipikir saya sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sejak tahun 1994 dan golongan sudah IV a senior dan latar belakang pendidikan S2, tapi posisi jabatan masih sebagai Kasie di Kantor Kelurahan, apa itu itu pantas dan sesuai,” ujar Cardi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, dirinya kerap merasa sedih dan malu lantaran teman sejawat bahkan rekan kerja yang dulu berada pada posisi dibawah dia, kini semua sudah mendapat jabatan yang sesuai dengan golongan, kepangkatan dan masa kerja.

“Teman sejawat saya dulu sekarang sudah banyak yang jadi Kabid, Sekdis bahkan ada yang sudah jadi Kepala Dinas (Kadis), sementara saya masih mendem di Kasie Kantor Kelurahan, ini sangat tidak adil,” imbuhnya.

Lebih lanjut Cardi memaparkan, kisah perjalanan kariernya selama menjadi ASN di lingkup Pemerintahan Kota Depok dalam kurun 27 tahun terakhir.

“Saya mengawali karier PNS saya di Depok pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selama 12 tahun, dan setelah itu mutasi ke Satpol PP dan bertahan sampai tujuh tahun, kemudian pindah lagi ke Dinas Sosial selama tiga tahun, kemudian baru dipindahkan lagi ke Kantor Kelurahan Limo dengan jabatan Kasie yang sudah berjalan selama lima tahun,” paparnya.

Dikatakan Cardi, dirinya kerap merasa dizolimi dengan terhambatnya karier yang dialaminya. Terkait hal itu dia mengaku telah menyampaikan keluh kesah kepada pejabat yang menurutnya memiliki kapasitas dan kompetensi, namun hal itu tak juga mengubah nasib malang yang dia alami.

“Saya enggak muluk-muluk dan saya tidak pernah menolak untuk ditempatkan dimana saja, tapi yang saya harapkan penempatan posisi yang disesuaikan dengan golongan dan kepangkatan,” tegas Cardi.

Dalam keluh kesahnya, Cardi mengaku bingung mengapa dirinya mengalami perlakuan seperti itu. Padahal, lanjut dia, selama menjadi ASN dirinya tak pernah membuat kesalahan fatal sehingga akan berdampak terhadap perkembangan kariernya sebagai ASN.

“Kalau bicara kesalahan atau kekurangan, semua ASN pernah salah dan tidak mungkin selalu benar, sayapun seperti itu mungkin ada hal yang belum maksimal saat saya menjalankan tugas dan itu umum terjadi pada setiap ASN, namun saya tak pernah melakukan hal yang fatal seperti korupsi, narkoba, atau kasus asusila. Tapi kok saya merasa kenapa kariernya sangat terhambat, saya bingung harus curhat dengan siapa?,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here