Mahasiswa Pembunuh Adik Kelasnya Terancam ‘Dipecat’, UI Serahkan Kasusnya ke Pihak Kepolisian

125
Mahasiswa UI yang melakukan pembunuhan terhadap adik kelasnya saat dihadirkan di Polres Metro Depok.

Beji | jurnaldepok.id
Universitas Indonesia akan memberikan sanksi kepada Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berinisial AAB yang menjadi tersangka pembunuhan adik kelasnya berinisal MNZ. Tidak menutup kemungkinan pihak UI akan memberikan sanksi berupa pemberhentian.

Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI, Amelita Lusiana menjelaskan, status kemahasiswaan AAB. Ia mengatakan tindak pidana yang dilakukan AAB di luar wilayah Kampus UI.

“Kami UI tetap akan memproses sanksi kepada Altaf sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dia mengatakan, perbuatan yang dilakukan oleh tersangka merupakan tindak pidana yang dilakukan di luar wilayah Kampus UI dan di luar bidang akademik.

“Maka pemrosesan dan pengenaan sanksi atas perbuatan tersebut didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah RI, yaitu KUHP,” paparnya.

Amelita menyebut selama menjalani proses hukum, AAB tidak dapat menjalankan aktivitas kuliah sebagai mahasiswa UI.

Maka, pihaknya akan menetapkan status akademik AAB berdasarkan ketentuan dan peraturan akademik yang berlaku di UI.

A”pabila selama menjalani proses atas tindak pidana yang dilakukan tersangka tidak dapat menjalankan aktivitas dan tugas-tugasnya sebagai mahasiswa. Maka kami dari UI akan menetapkan status akademik yang bersangkutan berdasarkan ketentuan dan peraturan akademik yang berlaku di UI,” ucapnya.

Sebelumnya Universitas Indonesia berduka atas meninggalnya mahasiswa berinisial MNZ (19) yang diduga dibunuh kakak tingkatnya, AAB (23). UI pun menyerahkan penanganan kasus ini ke polisi.

“Kami sepenuhnya menyerahkan penanganan kejadian ini kepada pihak yang berwenang,” katanya.

Dia mengatakan, UI siap bekerja sama dengan polisi terkait proses penanganan hukum. UI juga menyampaikan dukacita mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here