Wali Kota Sebut Antrean Truk Sampah di TPA Cipayung Mampu Diatasi, 3 Program Segera Dieksekusi

214
Sekda Kota Depok bersama Kadis DLHK saat meninjau langsung TPA Cipayung.

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengaku antrean truk pengangkut sampah di Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung sudah bisa diatasi.

“Sudah dieksekusi terkait dengan permasalahan itu,” ujar Idris.

Dirinya menyebut beberapa waktu lalu memang akses keluar masuk truk sampah di TPA Cipayung sempat tertutup sampah.

“Kemarin memang tempat akses truk pembuang sampahnya itu tertutup sampah, karena guyuran air. Karena ada beberapa akses masuknya tertutup, sehingga terjadi antrean,” paparnya.

Sehingga, kata dia, pihaknya mengambil langkah cepat dalam meminimalisir antrean yang terjadi di TPA Cipayung.

“Sebagai kedaruratannya, kemarin kami ada tambahan, kemarin kami suruh buat akses di tengah-tengah TPA, dan itu muat sekitar tiga sampai empat mobil untuk membuang sampah sekaligus dalam waktu yang sama,” katanya.

Dirinya menyebut, langkah darurat tersebut saat ini sudah dapat digunakan dan meminimalisir antrean yang terjadi di TPA Cipayung.

Sementara itu dalam pantauannya ke lapangan, Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri mengatakan, ada sejumlah program yang dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah.

Mulai dari program jangka pendek dan jangka menengah untuk meminimalisir sampah yang masuk ke TPA Cipayung.

“Pertama, kami akan memaksimalkan kembali 28 UPS dengan metode pengolahan dan mesin terbaru,” katanya.

Pengolahan kompos dan magot di masing-masing UPS nantinya akan dimaksimalkan kembali.

Sehingga sampah yang masuk ke TPA Cipayung haya residu saja. Dengan demikian beban di TPA Cipayung akan berkurang.

“Kemudian kami juga akan mendatangkan mesin pembakaran sampah terkendali (incinerator) yang tentunya sudah mendapat sertifikasi ramah lingkungan dari kementerian,” jelasnya.

Mesin tersebut bisa mengolah sampah sebanyak 15 ton per hari dan mampu mengurangi sampah sebanyak 200 ton per hari. Mesin akan ditempatkan di tiga titik timbulan sampah.

Ketiga, sambungnya, pihaknya juga akan mengolah sampah menggunakan mesin yang nantinya menjadi refuse derived fuel (RDF).

“Terkait itu kami sudah melakukan MoU dengan Kementerian PUPR. Insya Allah akhir tahun ini Depok dibangunkan konstruksinya oleh mereka senilai Rp 70 miliar, dan di tahun 2024 proses pengolahan RDF nya sudah bisa berjalan,” jelasnya.

Dengan digunakannya mesin RDF tersebut, kata dia, dapat mengurangi sampah sebanyak 300 ton per hari dari beban sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman mengatakan, tiga program yang akan dijalankan itu merupakan sebuah ikhtiar untuk menekan gunungan sampah di TPA Cipayung.

“Kita ketahui saat ini kondisi TPA Cipayung sudah overload, jadi harus ada inovasi yang kami lakukan untuk mengurangi beban di TPA,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here