Delapan Penggeroyok Tahanan Hingga Tewas di Dalam Sel Mulai Masuk SPDP

128
Konfrensi pers yang digelar Polres Metro Depok trkait pengeroyokan di dalam sel.

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kasus penggeroyokan yang dilakukan oleh delapan tahanan sesama tahahan di Rumah Tahanan Polres Metro Depok mulai dilakukan penidikan atau Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Kejaksaan Negeri Depok menerima SPDP untuk kasus pemerkosa anak kandung yang tewas dikeroyok sesama tahanan di Polres Metro Depok.

“Ya, SPDP sudah masuk ke Kejaksaan Negeri dan ada delapan tersangka dalam SPDP tersebut,” ujar Kepala seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, M. Arief Ubaidillah.

Kejari Depok, kata dia, menunjuk Alfa Dera sebagai jaksa peneliti untuk menangani berkas tersebut bersama beberapa jaksa lainnya.

“Kami yakin, tim jaksa peneliti ini akan bekerja maksimal dan memberikan keadilan,” ucap Arief.

Diberitakan sebelumnya, pelaku pencabulan terhadap anak kandung, AR (50), tewas dianiaya oleh teman satu sel di Polres Metro Depok.

Wakil Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Nirwan Pohan mengungkapkan, pelaku berjumlah delapan orang, yakni MY, PAN, FA, HN, AN, HLG, MF, FNA

“Penganiayaan ini dipicu kekesalan para pelaku terhadap korban yang tega mencabuli anak kandungnya,” katanya.

Ia mengungkapkan, peristiwa terjadi di dalam kamar tahanan. Saat dianiaya, korban sempat pingsan dan pelaku panik sehingga melaporkan ke penjaga.

“Kemudian oleh penjaga tahanan dan piket saat itu dibawa ke RS Bhayangkara Kelapa Dua, Depok. Setelah dilakukan pemeriksaan di sana, dokter menyatakan meninggal dunia, selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here