TPA Cipayung Penuh, Sekda Kota Depok Segera Eksekusi 3 Program Minimalisir Sampah

1592
Sekda Kota Depok didampingi Kepala Dinas LHK dan Kabid Kebersihan saat meninjau kondisi TPA Cipayung, kemarin.

Cipayung | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok terus berupaya untuk meminimalisir permasalahan sampah yang akhir-akhir ini terjadi. Kondisi TPA Cipayung yang sangat memprihatinkan dan belum jelasnya operasional TPPAS Lulut Nambo, membuat Pemkot Depok harus mencari jalan lain untuk memusnahkan sampah.

Hal itulah yang saat ini menjadi concern Sekretaris Daerah Kota Depok, Supian Suri untuk meminimalisir gunungan sampah di TPA Cipayung. Ia mengaku sudah menyiapkan beberapa program untuk meminimalisir hal tersebut.

“Ada sedikitnya tiga program jangka pendek dan jangka menengah yang akan kami lakukan untuk meminimalisir sampah yang masuk ke TPA Cipayung. Pertama, kami akan memaksimalkan kembali 28 UPS dengan metode pengolahan dan mesin terbaru,” ujar Supian didampingi Kadis dan Kabid DLHK saat meninjau TPA Cipayung, kemarin.

Ia mengatakan, pengolahan kompos dan magot di masing-masing UPS kedepan akan dimaksimalkan kembali. Dengan begitu, residunya yang masuk ke TPA Cipayung akan berkurang.

“Yang kedua, kami juga akan mendatangkan mesin pembakaran sampah terkendali (incinerator,red) yang tentunya sudah mendapat sertifikasi ramah lingkungan dari kementerian,” paparnya.

Dengan mesin itu, kata dia, akan mampu memusnahkan sampah sebanyak 15 ton per hari dan mampu mengurangi sampah sebanyak 200 ton per hari yang ada di tiga titik timbulan sampah jika menggunakan mesin lebih banyak.

“Ini akan kami mulai untuk timbulan sampah di wilayah Bojongsari, Cisalak dan Jalan Jawa Beji,” terangnya.

Ketiga, sambungnya, pihaknya juga akan mengolah sampah menggunakan mesin yang nantinya menjadi refuse derived fuel (RDF).

“Terkait itu kami sudah melakukan MoU dengan Kementerian PUPR. Insya Allah akhir tahun ini Depok dibangunkan konstruksinya oleh mereka senilai Rp 70 miliar, dan di tahun 2024 proses pengolahan RDF nya sudah bisa berjalan,” jelasnya.

Dengan digunakannya mesin RDF tersebut, kata dia, dapat mengurangi sampah sebanyak 300 ton per hari dari beban sampah.

“Semua ini tentu enggak bisa lepas dari dukungan dan kesadaran warga Depok secara keseluruhan,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman menandaskan, bahwa tiga program yang akan dijalankan itu merupakan sebuah ikhtiar untuk menekan gunungan sampah di TPA Cipayung.

“Kita ketahui saat ini kondisi TPA Cipayung sudah overload, jadi harus ada inovasi yang kami lakukan untuk mengurangi beban di TPA,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here