Lempar Batu ke Comuterline, Tiga Bocil di Beji Diamankan Pihak Kepolisian

141
Inilah bocah cilik yang diamankan pihak kepolisian karena melepar batu ke kereta.

Beji | jurnaldepok.id
Tiga bocah cilik (Bocil) diperiksa petugas PT KAI dan pihak kepolisian karena diduga melempar batu ke arah comuterline saat melintas di kawasan Kemirikuka, Beji.

Wakasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan mengatakan, ketiga bocah berusia 12 tahun itu diamankan karena diduga melalukan pelemparan batu ke rangkaian commuterline.

“Kemarin sore ada anak-anak dibawah umur sekitar 12 tahun diamankan tiga orang melakukan pelemparan terhadap kereta yang melintas di daerah Kemirimuka, Beji,” katanya.

Dia mengatakan, orang tua ketiga bocah itu diminta agar agar anaknya dibina dan tak mengulangi aksi serupa.

“Mereka (pihak KAI) pun tidak melakukan penuntutan. Namun orang tuanya dilakukan pembinaan agar orang tua juga ikut mengarahkan anaknya supaya tidak melakukan aksi seperti itu,” ujarnya.

Akibat aksi ketiga bocah itu, satu kaca KRL pecah. Ketiga bocah tersebut mengaku melempar KRL karena iseng.

“Sempat pecah satu kena lemparan batu, tapi tidak ada luka. Pengakuannya hanya iseng saja di pinggir rel itu,” jelasnya.

Ketiga bocah, kata Nirwan, mengaku baru sekali melakukan hal tersebut. Ketiga bocah tersebut merupakan warga sekitar.

“Baru sekali. Iya (ketiga bocah) warga sekitar, iseng aja, lewat kereta,” paparnya.

Petugas PKD stasiun Depok baru melakukan patroli di sekitar lokasi penimpukan batu. Petugas lalu mendapatkan ketiga bocah tersebut dari video yang beredar di media sosial.

Setelah lama melakukan interograsi, petugas akhirnya mendapatkan pelaku pelemparan dan membawanya ke Polres Metro Depok.

Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, aksi vandalisme itu sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang KRL.

“Menanggapi video tersebut kami sangat menyayangkan kejadian vandalisme pelemparan pada commuter line. Aksi pelemparan terhadap kereta ini sangat berbahaya, karena selain dapat mengganggu kelancaran perjalanan commuter line, merusak sarana juga dapat mengancam jiwa pengguna yang ada di dalam commuter line,” katanya

Leza menjelaskan, aksi pelemparan batu ini terjadi pada Senin, (10/07/23) di persinyalan masuk Stasiun Depok Baru.

Akibat aksi vandalisme tersebut terdapat tiga jendala kaca yang pecah. Pihaknya memohon kepada warga sekitar rel untuk tidak melakukan pelemparan batu karena sangat membahayakan.

“Bahkan, KAI tidak segan-segan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwajib. Saat ini, petugas kami telah melanjutkan ke pihak berwajib terhadap terduga pelaku vandalisme,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here