Genjot Penjualan Produk, Lurah Pengasinan Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Kreatifitas

111
Lurah Pengasinan (kanan) didampingi Kasie Ekbang saat menunjukan produk UMKM.

Laporan: Asti Ediawan
Jajaran Kantor Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, terus berupaya mengenjot omzet penjualan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai solusi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepada Jurnal Depok, Lurah Pengasinan, Asep Wisnu Nugraha mengatakan, upaya menggenjot kreatifitas masyarakat dalam bidang niaga merupakan manuver yang harus dilakukan guna menurunkan inflasi pasca pandemi Covid 19.

“Sebagaimana kita ketahui pasca pandemi Covid 19, daya beli masyarakat menurun dratis dan saat ini masih dalam masa pemulihan, untuk itu kami akan terus mendorong pengembangan kreatifitas para pelaku usaha kecil untuk lebih kreatif lagi dalam menekuni bidang usaha niaga sebagai salah satu cara menggerakkan kembali roda ekonomi pasca Pandemi,” ujar Asep kepada Jurnal Depok, kemarin.

Hal senada disampaikan oleh Kasie Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kantor Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Dwi Cahyo.

Dikatakan Dwi, untuk meningkatkan omzet para pelaku usaha kecil, pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan sosialisasi dan pelatihan sebagai realisasi program pembangunan non fisik dan khususnya bidang pemberdayaan masyarakat.

“Potensi pengembangan usaha kecil diwilayah kami sangat bagus, hanya saja memang perlu pendampingan baik dalam hal meningkatkan kualitas produk, pengemasan maupun dalam bidang pemasaran, ini merupakan bagian dari pemberdayaan para pelaku UMKM yang telah kami laksanakan pada realisasi program pembangunan non fisik tahun 2023,” ungkap Dwi Cahyo

Dia menambahkan, secara keseluruhan jumlah pelaku usaha kecil menengah di wilayah Kelurahan Pengasinan mencapai lebih dari 800 dan didominasi oleh pelaku usaha tanaman hias.

“Jika mengacu pada data yang pernah dirilis pada beberapa tahun silam, jumlah pelaku UMKM di Pengasinan lebih dari 800 pelaku UMKM, ini merupakan aset potensial yang harus dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Dwi, untuk mengantisipasi berukurang nya jumlah pelaku usaha tanaman hias seiring menyusutnya lahan terbuka harus diantisipasi secara dini dengan memberikan alternatif usaha baru bagi masyarakat yang berpotensi bisa dikembangkan.

“Sekarang lahan kosong yang bisa dioptimalkan untuk usaha tanaman hias semakin berkurang, untuk itu perlu ada upaya alternatif usaha sehingga masyarakat tidak kehilangan mata pencaharian, dan pemerintah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) telah mencanangkan program Wira Usaha Baru (WUB) yang harus dioptimalkan oleh masyarakat, tugas kami adalah memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengikuti program WUB sebagai salah satu cara menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” kata Dwi Cahyo.

Upaya jajaran Kantor Kelurahan Pengasinan memberikan motivasi kepada para pelaku usaha kecil disambut baik oleh Tuti Hardiyanti pemilik warung kelontong yang menjual sejumlah produk UMKM.

“Kami senang pak Lurah begitu peduli dengan pengembangan usaha kecil, dan kami berharap motivasi dari aparatur pemerintah akan menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha kecil seperti saya untuk lebih bersemangat lagi dalam memasarkan produk UMKM,” celoteh Tutut. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here