Meski Sudah Ditutup, Pengendara Motor Masih Nekat Melintas di Rel Rawa Indah

166
Terlihat pengendara sepeda motor saat melintas di Rel Rawa Indah

Cipayung | jurnaldepok.id
Pengendara sepeda motor terlihat masih melintasi pintu perlintasan Kereta Rel Listrik di KM 35+4 Depok-Citayam, tepatnya di perlintasan Rawa Indah, Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, meskipun sudah dilakukan penutupan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Berdasrkan pantauan di lokasi, para pemotor masih melintasi pintu perlintasan tersebut meskipun sudah dipasang besi permanen.

“Ya kalau motor masih bisa lewat, kalau mobil enggak bisa,”kata penjaga perlintasan, Rahmat.

Salah satu warga, Guntur mengatakan, warga menolak perlintasan itu ditutup.

“Tidak setuju, karena di sini penduduknya padat, ramai, lalu lintas sudah ramai sekali,” jelasnya.

Dia menambahkan, keputusan diterima atau tidak itu tergantung PT KAI.

“Kalau warga maunya dibuka, juga ditingkatkan kemampuan penjaganya tingkat wibawanya. Kemarin saat kejadian sopir angkot dikasih tau dilarang enggak mau, malah ke tengah, ngotot,” katanya.

Dia menambahkan, sebenarnya ada perlintasan resmi di dekat yaitu di Pondok Terong. Namun pelintasan itu tidak efisien untuk warga sekitar.

“Ada banyak pelintasan yang resmi Pondok Terong, tapi harus muter, jauh si enggak cuma efisien, yang punya mobil sudah banyak,” jelasnya.

Dia menyebut, lokasi tersebut sudah empat kali terjadi kecelakaan. Namun warga tetap melalui pelintasan itu karena dapat mempersingkat waktu.

Warga lainnya Aceng, juga menolak pelintasan itu ditutup, sebab membuat warga harus memutar jauh. Dia mengatakan alasan warga tak mau melalui pelintasan resmi karena warga sekitar sudah padat.

Manajer Humas Daop 1 Jakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, KAI sudah mengimbau warga untuk tak melintasi TKP tersebut. Feni menyebut KAI telah melakukan penutupan pelintasan itu. Namun belum secara permanen.

“Hari Jumat lalu penutupan belum secara permanen, karena untuk penutupan permanen perlu koordinasi dengan stakeholder terkait dan sosialisasi ke warga seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya,”terangnya.

Feni memastikan KAI bakal berkomunikasi dengan pemerintah setempat hingga Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan serta melakukan sosialisasi penutupan pelintasan kepada warga.

“Sebelumnya terus berkoordinasi dengan pemda, DJKA Kemenhub dan kewilayahan serta sosialisasi kepada warga dan pengguna jalan,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here