Mampang Banjir Terus, Warga dan Pengguna Jalan Kesal Seolah Tak Ada Solusi

476
Terlihat Anggota Kodim Depok turun tangan membantu kelancaran arus lalu lintas di lokasi banjir Mampang

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Sejumlah pengguna jalan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan penanganan yang tepat terhadap kejadian banjir yang terus berulang di seputar Perempatan Mampang, Pancoran Mas, yang memicu terjadinya kemacetan lalu lintas.

Arman, salah satu pengguna jalan mengaku heran mengapa peristiwa banjir yang kerap melanda kawasan Perempatan Mampang tak juga bisa ditanggulangi oleh pemerintah.

Padahal, kata dia, banjir dari luapan air Kali Cabang Barat bukan kali pertama bahkan sudah berulang kali terjadi di kawasan tersebut, namun belum juga bisa diatasi oleh pemerintah.

“Seingat saya banjir seperti ini sudah sering terjadi di Perempatan Mampang yang mengakibatkan kemacetan panjang, tolong dong pemerintah serius mencarikan solusinya agar banjir tidak lagi terjadi di Perempatan Mampang, yang jelas mengganggu kelancaran aktivitas lalu lintas,” ujar Arman, Senin (19/06/23).

Harapan senada disampaikan oleh sejumlah warga RT 01/11, Kelurahan Mampang, yang kerap mengalami banjir akibat meluapnya air dari Kali Cabang Barat.

“Setiap air meluap, banyak rumah warga yang berada tidak jauh dari kali tergenang banjir dan hari ini (kemarin,red) banjir lebih dari dua jam merendam pemukiman kami,” kata Aseng, salah satu warga Mampang.

Dikatakan Aseng, luapan air terjadi pada pukul 06.00 WIB dan baru surut pada pukul 08.15 WIB.

“Itu artinya lebih dari dua jam bidang jalan dan pemukiman warga terendam air,” katanya.

Saat dikonfirmasi Jurnal Depok, komandan PPK 51 Provinsi Jabar, Rudi Amanto mengatakan, penyebab luapan air di seputar jembatan Mampang bukan akibat dari sumbatan material sampah dibawah jembatan, namun lebih dikarenakan debit air yang mengalir sangat tinggi sehingga saat melintas di seputar jembatan, otomatis air meluap dikarenakan kapasitas saluran di kolong jembatan lebih kecil jika dibandingkan dengan kapasitas daya tampung di kawah kali terbuka.

“Dibawah jembatan memang ada gorong-gorong sebagai sarana untuk mengalirkan air ke hilir, tapi ukuran gorong-gorong itu kapasitasnya tidak sebesar dengan daya tampung air di kawah sehingga saat debit air terlalu tinggi maka air akan meluap dan menggenangi area sekitarnya, persis seperti yang terjadi pagi ini, dan perlu dicatat untuk banjir kali ini bukan disebabkan oleh material sampah tapi karena debit air memang sangat tinggi,.” ungkap Rudi.

Menanggapi hal ini, Lurah Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Darmansyah mengatakan, pihak kelurahan sudah mengusulkan beberapa solusi guna mengatasi banjir yang kerap terjadi di Perempatan Mampang.

“Kami sudah mengajukan sejumlah usulan diantaranya pengadaan saluran air di sejajar kali, pembuatan sodetan, peninggian konstruksi jembatan, pemasangan pagar besi sampah diperbatasan wilayah serta usulan relokasi bangunan Masjid Al Istiqomah yang berada di dekat jembatan,” jelas Darmansyah.

Dia menambahkan, dari sejumlah item usulan yang telah disampaikan ke Dinas PUPR, baru pembuatan saluran air (Drainase) yang sudah terealisasi.

“Mudah-mudahan tahun ini akan ada progres penanggulangan banjir yang kerap terjadi diseputar kawasan perempatan Mampang sehingga peristiwa banjir tak lagi menjadi keluhan bagi para pengguna jalan,” tutupnya. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here