Hari Lingkungan Hidup, Bakul Fakultas Ilmu Budaya UI Gelar Sedekah Hutan

135
Prosesi Sedekah Hutan yang digelar Bakul Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia

Laporan: Aji Hendro
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Bakul Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia melaksanakan Sedekah Hutan.

Ketua Umum Bakul Budaya FIB UI, Dewi Fajar Marhaeni kepada wartawan mengatakan, Sedekah Hutan tidak hanya mengajarkan tentang bagaimana mencintai alam semesta. Namun juga mengajak masyarakat untuk kembali mencintai kearifan lokal yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia yang luhur.

Bakul Budaya UI menggandeng Makara Art Center Universitas Indonesia, yaitu pusat seni dan budaya milik Universitas Indonesia.

“Dalam rangkaian acara kirab Sedekah Hutan, Bakul Budaya dan Makara Art Center juga melibatkan puluhan seniman tradisi Sunda dari Garut di bawah pimpinan Abah Asep Santana untuk bersama-sama melakukan ritual penanaman pohon sebagai bentuk tanda cinta untuk hutan dan alam semesta,” ujarnya.

Adapun penari-penari yang dilibatkan dalam ritual ini adalah Emma Wuryandari dan Sufiania Nayasubrata dari Bakul Budaya.

Kesemuanya memberikan dukungan dikarenakan acara ini menitik beratkan pada program konservasi alam lewat seni dan tradisi yang sejak lama diajarkan oleh leluhur bangsa-bangsa di Nusantara.

“Tujuan dari acara ini untuk mengajak berbagai elemen negeri ini, mulai dari Civitas Akademika Universitas Indonesia, pemangku lebijakan, pelajar dan masyarakat luas untuk bersama-sama melestarikan alam sambil merawat kebudayaan musantara,” jelasnya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Hilmar Farid menambahkan, sedekah hutan adalah gerakan kebudayaan untuk mengatasi krisis iklim.

“Melalui pengetahuan dan praktik yang diwariskan dari generasi kegenerasi komunitas lokal memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem, pola cuaca, yang sangat penting bagi solusi terhadap krisis iklim,” paparnya.

Di samping itu, lanjut Hilman, kearifan lokal juga mencakup nilai kebersamaan dan keadilan sosial, yang diharapkan bisa memperkuat keterlibatan masyarakat luas untuk mengurangi emisi karbon, dan melakukan aksi langsung seperti reforestasi di daerah masing-masing.

“Inilah kiranya langkah penting untuk mencari solusi berkelanjutan terhadap krisis iklim,” katanya.

Rangkaian Sedekah Hutan UI 2023 dilanjutkan dengan beberapa kegiatan, antara lain bincang-bincang seputar pelestarian lingkungan dan hutan, pameran fotografi salah satunya karya Aji Hendro.

Lomba cipta puisi tentang hutan dan lingkungan hidup, workshop eco-enzyme dan eco-print, serta panggung musik dari barang bekas. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here