Hot News! Jelang Pemilu, Direktur Pemenang Tender Iklan Pilkada KPU Depok Ditangkap

945
Inilah Direktur PT Big Daddy Production yang ditangkap pihak Kejaksaan Negeri Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri Kota Depok menangkap tersangka atas nama Sarwoko yang menjabat sebagai direktur salah satu perusahaan swasta. Ia ditangkap atas dugaan korupsi dana sosialisasi Pilkada Depok 2015 silam di media massa yang melibatkan mantan Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati.

Penetapan tersangka didasarkan pada Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-1336/M.2.20/Fd.2/05/2023 dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Fasilitas Kampanye dan Audit Dana Kampanye Pada Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok Tahun Anggaran 2015.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Depok, Mochtar Arifin didampingi Kasi Intel, M. Arief Ubaidillah mengungkapkan, bahwa telah dilakukan penetapan dan penahanan terhadap tersangka atas nama Sarwoko yang menjabat sebagai Direktur PT Big Daddy Production.

“Tersangka Sarwoko dikenakan sangkaan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujarnya, kemarin.

Dalam upaya memastikan kelancaran penyidikan, lanjutnya, Kejaksaan Negeri Depok telah melakukan penahanan terhadap Sarwoko selama 20 hari terhitung mulai tanggal 31 Mei 2023 hingga tanggal 19 Juni 2023. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Kelas 1 Depok.

“Penetapan tersangka ini merupakan langkah yang diambil setelah dilakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan bukti-bukti yang terkait dengan kasus korupsi pengadaan fasilitas kampanye pada tahun 2015. Kami Kejaksaan Negeri Depok berkomitmen untuk menjalankan proses hukum secara adil dan transparan dalam rangka memberantas tindak pidana korupsi,” katanya.

Sementara itu M. Arief Ubaidillah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok menyampaikan penahanan tersebut dilakukan untuk memastikan tersangka tidak menghilangkan atau mengganti barang bukti, serta untuk menjaga agar tersangka tidak mengulangi perbuatannya atau menghalang-halangi jalannya proses penyidikan.

“Kejaksaan Negeri Depok berharap bahwa tindakan hukum yang telah dilakukan ini dapat memberikan efek positif dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi di Kota Depok. Kami Kejaksaan Negeri Depok mengajak masyarakat untuk tetap mendukung dan memberikan informasi yang relevan dalam rangka penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,” tandasnya.

Dikatakannya, korupsi merupakan kejahatan serius yang merugikan negara dan masyarakat. Kejaksaan Negeri Depok berkomitmen untuk memberantas tindak pidana korupsi dengan tegas dan adil.

“Kasus ini menjadi salah satu upaya dalam memberikan efek jera kepada pelaku korupsi dan memastikan keadilan bagi masyarakat. Kejaksaan Negeri Depok juga mengingatkan seluruh pihak, terutama para pejabat publik dan pengelola keuangan negara, untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat,” terangnya.

Tindakan korupsi, kata dia, tidak hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan manfaat dari anggaran publik.

“Dengan penetapan tersangka dan penahanan tersangka Sarwoko, Kejaksaan Negeri Depok memberikan pesan yang kuat bahwa tindak pidana korupsi tidak akan dibiarkan dan pelakunya akan dihadapkan pada proses hukum yang adil,” katanya.

Dikatakannya, Kejaksaan Negeri Depok akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa tindak pidana korupsi tidak mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Kejaksaan Negeri Depok mengajak semua pihak untuk ikut berperan aktif dalam memberantas korupsi dengan melaporkan segala bentuk indikasi korupsi yang mereka ketahui,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here