Didominasi Pemilih Muda, Partai Ummat Usung Bacaleg Milenial

280
Pengurus Partai Ummat foto bersama dengan para bacaleg

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Menjelang pendaftaran atau pengajuan Bakal Calon Anggota DPRD Kota Depok, pengurus DPD Partai Ummat Kecamatan Pancoran Mas, mengusung Bacaleg Milineal.

Ketua DPC Partai Ummat Pancoran Mas, Ucup Supriyadi mengatakan, bahwa generasi milenial telah menjadi topik perbincangan yang cukup hangat di berbagai kalangan terutama dalam perannya di dunia politik.

Untuk itu, dirinya beserta jajaran DPC pun mengusung Daniel Sucahyadi sebagai Bacaleg Milenial dari wilayah Kelurahan Depok untuk berkiprah di parlemen Kota Depok.

“Mengapa kami dari DPC mengusung Bacaleg Milenial, hal ini didasari karena jumlah generasi milenial secara nasional mencapai 69,38 juta jiwa atau sekitar 25,87 persen dari populasi Indonesia,”katanya.

Dia menambahkan, memperhatikan jumlah tersebut posisi milenial saat ini dan kedepan, akan menjadi bagian utama yang akan menentukan kondisi kehidupan berpolitik yang beradab di masa kini serta masa yang akan datang.

Artinya, generasi milenial adalah bagian dari penentu kemajuan dan keberhasilan demokrasi, baik ditingkat daerah maupun nasional.

“Kami merasa poses demokrasi khususnya di Kota Depok perlu dibenahi, dan generasi milenial harus dapat mengubah haluan tersebut menjadi demokrasi yang berkesinambungan,” katanya.

Dirinya berharap, dengan diusungnya Daniel dari dapil Panmas, akan mampu menjadi parameter bagi para generasi Milenial Kota Depok, dalam keikutsertaannya sebagai generasi masa depan bangsa untuk bersama Partai Ummat membangun kota kelahirannya.

“Selama ini stigma mengenai politik sering dicitrakan sesuatu yang buruk, kotor dan penuh intrik. Akan tetapi, politik itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang buruk, bahwa dalam kegiatan kami sehari-hari pun itu adalah aktifitas politik,” paparnya.

Karena, kata dia, politik itu adalah usaha untuk mencapai kehidupan yang baik.

“Kami harus benar-benar melakukan percepatan dan melakukan akselerasi perjuangan. Sebagai partai baru, Partai Ummat masih harus berupaya berjuang mendulang suara dan mendapatkan kursi di DPR/DPRD. Untuk itu bagi siapapun yang menginginkan perubahan, mari bersama Partai Ummat kami mengajak kepada masyarakat untuk berupaya mewujudkan perubahan nyata bersama,” terangnya.

Sementara itu, Daniel menilai, politik adalah usaha untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, dan banyaknya paradigma sebagian orang yang menyatakan bahwa politik itu buruk akan menjadi tantangan baginya untuk merubah mindset tersebut khususnya dikalangan Milenial.

“Sikap apatis politik di kalangan generasi muda masih cukup tinggi, karena pandangan mereka yang menyamakan politik identik dengan korupsi dan bersifat kotor,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, jika merujuk pada konsep partisipasi politik yang dikemukakan oleh Bourne (2010) bahwa setiap warga (termasuk generasi milenial) di negara demokrasi dapat melakukannya sebagai kegiatan pribadi untuk memengaruhi keputusan yang akan dibuat oleh pemerintah untuk kemashlahatan bersama.

Angkatan muda yang merupakan bagian dari generasi milenial sering dianggap sebagai generasi yang paling tidak peduli dengan persoalan politik, dan mereka juga cenderung memilih menjadi warga negara yang tidak ikut menggunakan hak pilih mereka dalam Pemilu.

“Semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik, dan selalu konsisten bersama Partai Ummat untuk membangun Kota Depok menuju masa terbaiknya di masa depan,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here