Berlangsung Meriah, Lebaran Kukusan Bakal jadi Agenda Tahunan

1337
Ribuan warga Kukusan saat memeriahkan Lebaran Kukusan dengan membawa rantang

Laporan: Aji Hendro
Hajatan Lebaran Kukusan yang baru pertama kali digelar mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan mulai masyarakat.

Lebaran Kukusan dimulai dari Lapangan Persik, dimana ada sekitar 1.000 warga yang mengikuti kegiatan Lebaran Kukusan.

Kegiatan diawali dengan pawai rantangan dan hasil bumi yang masih ada di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, seperti buah buatan seperti genjer, buni dan buah lainnya.

Peserta lelaki mengenakan baju pangsi yang merupakan pakaian adat Betawi, adapun yang wanita mengenakan kebaya.

Usai melakukan pawai, peserta lalu ngariung dan makan bersama dengan membuka rantang yang mereka bawa di Jalan Palakali.

Inisiator Lebaran Kukusan, H. Misan Wahyudi atau yang biasa disapa H Ican kepada wartawan mengatakan, ide awal kegiatan Lebaran Kukusan ini berawal dari kegiatan kumpul-kumpul pasca lebaran yang dilakukan keluarga besar Maheran.

“Kalau di Kukusan ada keluarga besar Maheran dan setiap lebaran mereka kumpul saling maaf bermaafan satu sama lain. Tidak hanya berkumpul, mereka juga makan bersama dimana menu makannya dibawa menggunakan rantang. Dari awal itulah kami mengusulkan Lebaran Kukusan kepada tokoh masyarakat, Karang Taruna agar dilakukan Lebaran Kukusan,” paparnya.

Usulan yang disampaikan mendapatkan respon dari para tokoh masyarakat dan Karang Taruna sehingga terlaksana kegiatan Lebaran Kukusan. Kegiatan ini juga sebagai langkah melestarikan budaya dan menciptakan keakraban warga di Kukusan satu sama lain.

“Ya, kami harap kegiatan ini setiap tahunnya bisa dilaksanakan kembali agar kebudayaan Kukusan yang sudah ada sejak dulu tetap ada,” jelasnya.

Lurah Kukusan, Gunawan mengatakan, melalui agenda Lebaran Kukusan, pihaknya bersama LPM dan Karang Taruna serta warga ingin menghidupkan kembali tradisi silaturahmi dengan bertukar makanan dengan membawa rantang setelah lebaran.

“Tidak tahu tradisinya sejak kapan, tapi sekarang berganti dengan tentengan orson (minuman zaman dulu) dan biskuit,” ungkapnya.

Ia menilai, Lebaran Kukusan dapat mengingatkan kembali tradisi yang mulai memudar dan memperkenalkan kepada anak-anak agar bisa dilestarikan.

“Tradisi ini perlu dihidupkan kembali, sehingga tidak kehilangan jejak budayanya. Ini merupakan upaya kami untuk melestarikan budaya, Insya Allah tahun depan bisa dilaksanakan lagi,” harapnya.

Ketua DPRD Kota Depok, H TM Yusuf Syahputra mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami dukung kegiatan ini, diharapkan bisa dilanjutkan pada tahun depan,”katanya.

Dia menilai, kegiatan ini bisa menambah kasanah budaya Depok dan memajukan Kukusan termasuk para pelaku UMKM.

Ketua Pelaksana Lebaran Kukusan, Qory Nurdiyanto mengatakan, Lebaran Kukusan ini merupakan agenda pertama yan diharapkan dapat menjadi ajang tahunan budaya.

“Tujuannya untuk silaturahmi warga, Melestarikan kearifan lokal budaya Betawi di Kelurahan Kukusan,” ungkapnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang mendukung kegiatan itu.

“Diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kami untuk melestarikan budaya, khususnya Budaya Betawi di Kelurahan Kukusan,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here