Kasusnya Meningkat, Polisi Ciduk 367 Pelaku Tawuran Selama Bulan Ramadhan

184
Kapolres Metro Depok bersama Forkopimda saat menunjukkan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk tawuran

Margonda | jurnaldepok.id
Selama bulan Ramadhan aksi tawuran antar kelompok di Kota Depok disebut meningkat. Polres Metro Depok telah berhasil mengamankan sebanyak 367 pelaku tawuran rata-rata masih berstatus pelajar.

Kapolres Metro Depok, Ahmad Fuady mengatakan kasus tawuran selama Ramadan sebanyak 63 kali.

“Cenderung tawuran mengalami kenaikan selama Ramadan. Karena sebelumnya itu, selama saya di sini, tidak ada laporan tentang tawuran ini. Kemudian dari total periode tersebut itu, ada 63 kali kejadian tawuran,” ujarnya.

Fuady menyebut, dalam satu malam, bisa terjadi 2-3 potensi tawuran yang dapat dicegah maupun yang sudah kejadian. Selama bulan puasa tepatnya mulai dari 23 Maret sampai 14 April, Polres beserta jajaran Polsek telah berhasil mengamankan sebanyak 367 pelaku tawuran.

“Berkat sinergitas TNI Polri Polres Metro Depok dengan Kodim 0508/Dpk serta peran dari Pamswakarsa dengan mitra polri dapat mencegah aksi tawuran yang terjadi ataupun yang belum dengan total pelaku yang kami amankan ada 367 pelaku,” paparnya.

Perwira menengah (Pamen) jebolan Akpol 1998 ini mengungkapkan tercatat sudah ada 63 kali kejadian tawuran.

“Dalam semalam dari hasil kejadian tawuran sebanyak 63 kali, berarti dalam semalam ada 2 sampai 3 kali tawuran baik itu yang berhasil dicegah dan yang sudah terjadi,” ungkapnya.

Para pelaku tergabung dalam 23 kelompok atau geng yang sempat viral.

“Ada salah satu kelompok atau gengster original, ponco dan gengster batu. Dari 141 pelaku yang diamankan rata-rata mayoritas berstatus pelajar sekolah SMA, SMK, dan sisanya ada dari SMP usia mulai dari 16 sampai 19 tahun,” jelasnya.

Sedangkan untuk barang bukti yang berhasil disita, puluhan bilah senjata tajam jenis celurit, pedang, samurai, golok, gunting, dan stick golf serta ada juga sarung yang diikat untuk dipecut berisikan kawat dan batu.

“Sesuai perintah Bapak Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto jika dalam tawuran sudah sampai ada yang terluka apalagi meninggal, bahwa pelaku dapat ditindak tegas sesuai hukum berlaku. Sudah menjadi komitmen kami dan pimpinan akan diproses sesuai hukum berlaku,” katanya.

Dikatakannya, ada empat kasus yang sudah ditangai dan proses lanjut yaitu satu LP dengan 2 TSK di Polsek Sukmajaya, Polsek Cinere ada dua LP dengan dua tersangka, Polsek Bojongsari ada satu LP dengan empat orang tersangka.

Dia mengucapkan terima kasih terhadap unsur Pemkot Depok yang telah menciptakan suasana keadaan di bulan Ramadan menjadi kondusif dan berjalan khusyuk.

“Kami rutin menggelar patroli cipta kondisi tiap hari mulai dari siang dan dini hari menjelang subuh di waktu jam rawan terjadi tawuran, serta antisipasi kejahatan konvensional 3C (Curanmor, Curas, Curat) sehingga menjadikan wilayah Kota Depok aman kondusif,” katanya.

Terpisah Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengucapkan terima kasih sekaligus telah tercipta sinergitas dengan aparat hukum pemerintah yang telah bersama menjaga situasi wilayah Kota Depok tetap aman dan kondusif. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here