Penjual Tramadol Makin Marak, Pemilik Warung di Wilayah Meruyung & Cinangka Diamankan Polisi

684
Pemilik warung kelontong saat diintrogasi di Kelurahan Meruyung

Limo | jurnaldepok.id
RZ, pemilik warung kelontong di Jalan Arthayasa RT 06/10, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Senin (10/4) digelandang ke kantor Kelurahan Meruyung lantaran tertangkap tangan menjual pil Tramadol yang masuk dalam kategori narkotika golongan 4 yang tidak boleh dijual secara bebas.

Peristiwa penangkapan RZ bermula dari kecurigaan warga setempat yang melihat banyak pelanggan yang datang ke warung RZ berpenampilan seperti anak punk, sementara dari tampak luar warung RZ hanya memajang barang kebutuhan rumah tangga seperti Shampo, popok bayi, deterjen yang diletakkan di etalase depan warung.

“Sebenarnya warga sudah lama curiga dengan aktivitas di warung RZ karena pembeli yang datang pada umumnya bukan warga sekitar tapi orang luar yang tak dikenal. Kecurigaan warga bertambah tatkala melihat barang dagangan di warung kecil milik RZ hanya terdiri beberapa jenis barang dan nyaris tak pernah laku sehingga letak dan posisi barang dagangan yang diletakan di etalase bagian depan warung nyaris tak pernah berubah, terkesan hanya sebagai barang pajangan untuk mengelabui warga,” ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Supian Derry kepada Jurnal Depok, kemarin.

Derry menambahkan, untuk membuktikan kecurigaan terhadap aktivitas jual beli di warung RZ, warga berinisiatif terus meningkatkan pengawasan dan meminta salah satu warga untuk menyamar sebagai pemakai obat terlarang yang akan membeli obat di warung tersebut.

“Kami terpaksa melakukan penyamaran dengan meminta tolong salah satu warga untuk pura-pura mau beli obat. Ternyata benar bahwa warung itu menjual obat-obatan terlarang jenis pil, saat itu juga kami bersama pengurus lingkungan dan tokoh masyarakat serta Babinkamtibmas dan Babinsa melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah jenis obat-obatan yang tidak boleh dijual bebas, setelah itu kami membawa RZ ke Kantor Kelurahan untuk dimintai keterangan yang kemudian yang bersangkutan dibawa oleh Polisi ke Mapolsek Cinere,” imbuhnya.

Terpisah, Sahid, Ketua RT 06/10, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, mengaku lega dengan diamankannya RZ oleh jajaran Polsek Cinere.

Dikatakan Sahid, RZ diketahui sudah dua bulan mengontrak kios milik Santoso yang kemudian dijadikan tempat penjualan obat-obatan terlarang berkedok warung kelontong.

“Kami lega setelah dia dibawa Polisi, perlu diketahui selama ini tidak ada laporan kepada kami selaku pengurus lingkungan soal RZ mengontrak kios milik Pak Santoso, kami hanya mendapat info bahwa RZ sudah dua bulan buka warung di kios itu,” tandas Sahid.

Sementara Kanit Binmas Polsek Cinere, AKP Karta Wijaya memastikan bahwa RZ bakal menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Narkoba Polsek Cinere.

“Kami bawa RZ untuk menghindari amukan masa, dan kami pastikan dia akan diperiksa oleh tim unit Narkoba untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Karta.

Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Ciangka Sawangan. Dimana, polisi dan warga berhasil menggrebek penjual obat-obatan terlarang daftar G berkedok warung kelontong di RW 08 perbatasan Cinangka dengan Kelurahan Kedaung, Sawangan.

Kapolsek Bojongsari, Kompol Yogi Maulana mengatakan, penggrebekan tempat penjual obat-obatan keras jenis G tanpa ijin saat polisi RW 08 Cinangka dan RW 08 Cinangka, Kompol Patman Hadi sedang melakukan dialog dengan warga.

“Ada warga mengeluhkan penjual obat-obatan daftar G secara diam-diam berkedok warung penjual makanan dan minuman di sekitar lingkungan. Mendapat informasi tersebut dan dicek langsung digrebek dibantu pemuda warga lingkungan sekitar,” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk barang bukti yang disita petugas sebanyak 120 butir pil kuning, Exsimer 92 bungkus, Tramadol 132 bungkus.

“Untuk pemilik kami data dan dikasih surat peringatan untuk tidak menjual kembali obatan-obatan G di bulan puasa sehingga dapat menganggu kekhusyukan ibadah,” pungkasnya. n Asti Ediawan | Aji Hendro

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here