Gawat! Di Pengasinan 2 Remaja Dibacok Saat Bangunin Sahur, Begini Kronologisnya

581
Ilustrasi

Sawangan | jurnaldepok.id
SR dan SL dua remaja harus dilarikan ke salah satu Rumah Sakit karena mengalami luka bacok oleh Orang Tidak Dikenal di RW 04 Kampung Panggulan, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.

SR salah satu korban mengatakan kejadian itu berawal saat ia dan teman-temannya di lingkungan akan mengambil uang ‘jimpitan’ yang ada di rumah-rumah warga sekaligus untuk membangunkan sahur sekitar pukul 02.30 WIB.

Pada saat bersamaan, yang sedang duduk minum kopi melihat rekannya SL sedang ambil jimpitan tiba-tiba diserang beberapa orang tidak dikenal.

“Melihat teman saya diserang begitu dikroyok, saya tarik tangannya untuk menyelamatkan diri namun dari arah belakang ada memukul kepala saya pakai bambu hingga pusing, setelah itu dibacok punggung menggunakan senjata tajam, setelah itu pelaku kabur,” ujarnya, kemarin.

Dalam kejadian tersebut, tidak hanya SR yang alami luka bacok senjata tajam. Namun rekannya SL juga mengalami luka cukup serius di belakang telinga dan lengan tangan kiri terkena bacokan senjata tajam.

Pada waktu kejadian SL terkapar dan tidak sadarkan diri akibat sejumlah luka bacokan yang dialaminya. Bersama teman-temannya langsung diberikan pertolongan dibawa ke RS Arafiq dan langsung ditangani di unit IGD dengan luka jahitan di belakang kuping enam dan lengan kiri empat jahitan.

SR mengatakan, pelaku yang membacok dirinya berjumlah tiga orang menggunakan satu motor. Sementara itu ibu korban SL, Ade mengatakan, dirinya sedang tidur di rumah tidak tahu kejadian yang dialami anaknya.

“Diberi tahu warga dibangunin bahwa anak saya SL tidak sadarkan diri kebacok akibat diserang sama orang tidak dikenal saat sedang mau bangunin sahur dengan teman-temannya,” ungkapnya.

Menurut Ade, nyawa anaknya dapat ditolong berkat gerak cepat temen-temennya yang saat kejadian langsung dibawa ke RS Arafiq.

“Luka bacok yang dialami anak saya ada di belakang kuping sebelah kiri enam jahitan lalu lengan tangan kiri empat jahitan. Setelah mendapat penanganan, anak saya sudah bisa rawat jalan sekarang di rumah,” paparnya.

Sementara itu Ade sebagai orang tua setelah kejadian yang menimpa anaknya tersebut merasa cukup was-was dan khawatir jika akan terjadi kembali.

“Ini baru pertama kali kejadian di kampung sini. Biasa sudah tradisi warga sini tiap tahun bangunin sahur tidak pernah terjadi apa-apa, aman-aman saja. Malah baru pertama kali kejadian seperti ini anak saya dibacok sama kelompok geng motor,” katanya.

Dia Berharap setelah melapor ke Polsek Bojongsari dapat segera menangkap para pelaku dan dihukum seadil-adiknya.

Terpisah Kapolsek Bojongsari, Kompol Yogi Maulana mengatakan anggota piket Reskrim dan SPKT langsung lakukan olah TKP bahwa ada informasi korban kebacok usai kegiatan membangunkan sahur.

“Sudah kami olah TKP, memeriksa saksi-saksi dan keterangan korban petugas masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” jelasnya.

Polisi mengimbau selama bulan puasa untuk tidak keluar rumah, nongkrong sampai larut malam apalagi membangunkan sahur warga karena berpotensi menimbulkan sesuatu hal negatif seperti tawuran.

“Sudah diimbau sampai pukul 22.00 WIB anak-anak sudah harus pulang ke rumah jangan masih ada di luar rumah atau nongkrong di jalan karena rawan berpotensi tawuran,” terangnya.

Sementara itu di lokasi Jalan Ali Andong dua kelompok melakukan aksi tawuran menggunakan petasan dan membawa bambu. Video tawuran tersebut beredar di media sosial. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here