Kepengurusan Baru Dilantik, IWAPI Depok Komitmen Dongkrak Destinasi UMKM

335
Ketua dan Pengurus IWAPI Depok di acara pelantikan

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau IWAPI Kota Depok siap mendongrak destinasi UMKM dan Pariwisata.

Ketua DPC IWAPI Depok, Karlina mengatakan itu saat kegiatan pelantikan pengurus DPC IWAPI Kota Depok periode 2022-2027 di Kampus Jakarta Global Universitas, Kota Kembang.

Dia menambahkan, sebanyak 255 orang pengusaha wanita Indonesia di Kota Depok tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang IWAPI Kota Depok.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persen diantaranya adalah generasi milenial. Mereka banyak menggeluti industri digital kreatif. DPC IWAPI Kota Depok saat ini tercatat 255 orang dan ada 22 anggota yang dilantik sebagai pengurus DPC IWAPI Kota Depok pada periode kali ini. Mereka bisa saling bertukar ide segar dengan para wanita pengusaha senior untuk mengembangkan usaha yang mengikuti tren saat ini,” ujarnya, kemarin.

Pihaknya optimistis melalui IWAPI dapat mengangkat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Depok.

Ia mengatakan, UMKM Depok dapat dijadikan destinasi pariwisata yang menarik minat masyarakat lokal maupun internasional sehingga mampu mendongkrak perekonomian para penguasaha di Depok.

“Destinasi pariwisata bukan hanya pemandangan yang indah, kami juga bisa membuat UMKM sebagai pilihan destinasi pariwisata. Masyarakat bisa melihat produk-produk UMKM, proses pembuatannya, nilai cerita dibalik produk, nilai seni dan budayanya. Jika hal ini berhasil maka perekonomian otomatis akan tumbuh,” paparnya.

Karlina menuturkan, melihat kondisi ekonomi saat ini dengan bayang-bayang resesi global, maka sebagai pelaku usaha harus bisa bertahan dengan menemukan celah dan membuka peluang usaha.

Dengan menambahkan anggota dari lintas generasi, dia berharap IWAPI bisa menjadi wadah saling menciptakan peluang karena peluang itu bukan hanya dicari tapi dibuat.

“Dengan menjadi anggota IWAPI, para wanita pengusaha akan mendapat banyak pelatihan, memiliki jaringan luas, wawasan bertambah, peluang usaha meningkat sehingga lapangan pekerjaan terbuka lebar. Kami juga ingin semakin banyak wanita pengusaha yang tertarik bergabung dengan DPC IWAPI Kota Depok dengan berbagai manfaat yang akan mereka dapat di IWAPI,” harapnya.

Selain itu, Karlina menuturkan, peluang pengembangan UMKM di Depok masih terbuka dengan beragam produk unggulan yang dimiliki. Salah satu produk yang kurang banyak dikenal adalah Batik Depok Gong Si Bolong, padahal batik ini memiliki cerita unik dibalik motifnya.

“Mungkin kalau kami bicara batik biasanya ada di Yogyakarta, Solo, Semarang, Cirebon, tapi sangat sedikit masyarakat yang mengetahui motif batik di Depok seperti Gong Si Bolong yang merupakan salah satu motif unik, memiliki filosofi dan cerita sejarah di baliknya,” ungkapnya.

Jika diamati motifnya, kata dia, terlihat seperti alatmusik gamelan berupa gong tapi bagian tengahnya bolong atau berlubang, namun bila dipukul tetap memiliki suara yang indah.

“Kesenian gamelan Gong Si Bolong muncul dan dikenal oleh kalangan warga Tanah Baru pinggiran Kota Depok. Kami optimis dengan menambahnilai produk maka akan menambah nilai penjualan produk, sehingga menarik minat pembeli hingga kancah internasional,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here