Polisi Buru Terapis Rumah Sakit Yang Diduga Melakukan Kekerasan Terhadap Anak

118
Inilah sosok terapis yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polres Metro Depok saat ini masih memburu seorang trapis yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang anak autis.

Pencarian tenaga terapis itu dilakukan usai beredarnya video yang merekam balita pengidap autisberinisial RF dijepit kepalanya oleh terapis menggunakan kaki hingga menjerit-jerit di salah satu rumah sakit di Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Ahmad Fuady kepada wartawan mengatakan, dilihat dari rekaman video aksi terapis berlangsung di salah satu Rumah Sakit.

“Kami akan lakukan penyelidikan siapa terapis tersebut, siapa identitasnya dan langsung kami minta untuk diperiksa,” ujarnya, kemarin.

Fuady mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak RS. Dikarenakan pihak Rumah Sakit akan diperiksa terkait penanganan terhadap anak tersebut.

“Sudah, jadi pihak Rumah Sakit akan memenuhi panggilan ke Polres. Akan kami periksa bagaimana penanganan terhadap anak autis tersebut. Pihak RS telah membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi,” paparnya.

Fuady mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum guna menyelidiki kasus tersebut. Kekerasan anak tersebut terdapat dalam Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan Anak.

Sementara itu orang tua anak, RN mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Metro Depok yang sudah dengan cepat menangani kasus ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Polres Metro Depok, berharap agar pelaku diberikan hukum yang setimpal dengan perbuatannya,” harapnya.

Sebelumnya beredar video di media sosial dimana video merekam gambar seorang bocah dijepit kepalanya oleh terapis pakai kaki hingga menjerit-jerit. Disebut-sebut, bocah itu penderita autis yang tengah diterapi di sebuah rumah sakit di Depok.

Anak itu terlihat mengenakan kaus berwarna hitam. Kepalanya dijepit menggunakan kaki oleh seorang pria berkaus kuning.

Bocah tersebut tampak berteriak-teriak sementara petugas terapi asyik bermain telepon genggamnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here