Dinilai ‘Pelit’ dan Mengganggu Lingkungan, Warga Jatijajar Demo Gudang Lazada

437
Terlihat aparat kepolisian saat berjaga pendemo di gudang Lazada

Tapos | jurnaldepok.id
Ratusan warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, melakukan aksi unjuk rasa di pintu masuk gudang Lazad, Jalan Raya Bogor, Senin (23/01/23). Mereka mendesak perusahaan mempekerjakan warga sekitar dan menggulirkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk lingkungan.

Perwakilan pendemo, Heri Mustari yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kelurahan Jatijajar mengatakan, Lazada selama ini tidak pernah memberikan dana CSR ke masyarakat sekitar.

“Contohnya, kami mengirimkan proposal saja, mungkin proposal itu dibuang ke tempat sampah atau diabaikan,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, tidak pernah ada proposal warga yang direspons dengan baik oleh pihak Lazada. Menurutnya, warga sekitar tidak pernah mendapat informasi mengenai adanya lowongan pekerjaan dari pihak Lazada.

“Warga justru mengetahui informasi tersebut dari sosial media dan media online. Kalau pun ada (info lowongan), itu juga hanya event saja yang dua hari atau seminggu selesai. Kami menuntut lebih jauh lagi, minimal ada kesempatan menjadi karyawan dari warga Jatijajar,” tegasnya.

Warga pun meminta dengan tegas realisasi untuk penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 30 persen sesuai regulasi. Selain itu, pihak Lazada juga diminta melaksanakan tanggung jawab sosial dengan baik di lingkungan Kelurahan Jatijajar.

Sementara itu Ketua RW 09 Kelurahan Jatijajar, Ahmad Tugidi berharap perusahaan dengan omzet yang besar seperti Lazada seharusnya lebih peduli terhadap warga sekitar dan lingkungannya.

“Warga tidak bisa nonton TV, air disedot habis-habisan, bising dan gangguan lainnya, warga malah menjadi penonton dan tidak ada kontribusinya untuk lingkungan. Dari pengurus lingkungan mengharapkan kehadiran perusahaan, CV, PT dan lain sebagainya di lingkungan setempat dapat memberikan fasilitas atau atensi untuk warga. Seperti CSR dan perekrutan tenaga kerja kasar atau ahli ada bagian dari lingkungan setempat,” ucap Ahmad soal tuntutan warga ke Lazada.

Warga lainnya, Heri Mustari mengatakan, warga Jatijajar meminta Lazada menyerap tenaga kerja lokal minimal 30 persen.

“Kami ingin keberadaan Lazada disini benar-benar membawa manfaat untuk warga dan lingkungan, seperti Posyandu, Karang Taruna, PKK dan sebagainya. Warga dan pihak Lazada sudah beberapa kali menggelar mediasi namun tidak menghasilkan kesepakatan,” terangnya.

Kapolsek Cimanggis, Kompol Fatimah menambahkan, aksi demo berjalan kondusif dan sudah dilakukan mediasi.

“Kondusif dan perwakilan warga sudah masuk ke dalam untuk mediasi,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Lazada. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here