Penusuk Adik Ipar Hingga Tewas Masih Diburu Polisi, Keberadaannya Pindah-pindah Lokasi

156
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polsek Beji dan Polres Metro Depok masih memburu MJ, pelaku penusukan terhadap adik iparnya, JS hingga meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Sukirno menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Pelaku masih dalam pengejaran, karena posisi pelaku selalu berpindah-pindah,” ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan, polisi tengah memburu keberadaan MJ, usai nekat menusuk hingga menyebabkan korbannya JS meninggal dunia.

Dikatakannya, polisi telah memeriksa tiga orang saksi dari keluarga pria berinisial JS (38) yang tewas usai ditusuk MJ.

Sukirno menyebut, saksi yang diperiksa yakni istri MJ berinisial R, adik kandung JS berinisial RY, dan istri JS sekaligus adik kandung R yang berinisial S.

“Untuk sementara saksi yang kami ambil keterangannya baru tiga orang. Tidak menutup kemungkinan saksi yang akan diperiksa bakal bertambah,” paparnya.

Sebab, sambungnya, masih ada saksi lain serta mertua dari pelaku dan korban yang belum dimintai keterangan.

“Untuk saksi yang lain sementara mungkin hari ini (kemarin,red) karena para saksi juga sedang kerja. Jadi waktunya belum sempat hari ini, kemungkinan nanti malam atau besok,” jelasnya.

Sementara untuk pemeriksaan mertua pelaku, Sukirno berencana akan melakukan jemput bola.

Diberitakan sebelumnya, MJ seorang kakak ipar menusuk adik iparnya hingga tewas di Jalan Turi I, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji.

Kejadian penusukan berawal saat pelaku datang ke rumah istrinya di lokasi kejadian. Namun istrinya tidak mau bertemu karena sedang masa perceraian, akan tetapi pelaku marah dan ngamuk sambil memegang senjata tajam jenis pisau.

Saat pelaku ngamuk datang korban, JS yang berusaha melerai, namun pelaku malah menusuk korban hingga terluka. Lalu, datang lagi RY yang berusaha melerai dan kembali ditusuk oleh pelaku hingga korban terluka.

“Lukanya paha sebelah kiri (JS), nah yang abang satu (RY) kena juga di sebelah tangan (menunjukan lengan kiri),” kata Samuel, adik kandung dari kedua korban.
Samuel mengatakan, luka tusuk yang dialami oleh kakak pertamanya cukup dalam hingga menyebabkan meninggal dunia.

“Luka tusuknya satu, tapi memang kayaknya si lukanya dalam makanya darahnya banyak banget,” ungkapnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here