Khutbah Jumat: Cara Mengurangi Makan

52
KH Syamsul Yakin

Oleh: KH Syamsul Yakin
Wakil Ketua MUI Kota Depok

Allah mewanti-wanti kita agar memakan makanan yang baik-baik, “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh” (QS. al-Mukminun/23: 51). Begitu juga, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepada kalian” (QS. al-Baqarah/2: 172).

Namun demikian Allah memberi petunjuk agar tidak berlebihan bahkan kalau bisa malah mengurangi makan, “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan” (QS. al- A’raaf/7: 31).

Menurut Syaikh al-Zarnuji dalam Taklim Muta’allim, cara mengurangi makan adalah dengan menelisik manfaat mengurangi makan itu sendiri. Seperti pengaruhnya terhadap kesehatan, terhindar dari yang haram, baik materinya maupun cara mendapatkannya, dan sebagai bentuk perhatian terhadap orang lain, khususnya mereka yang kelaparan.

Cara berikutnya, lanjut Syaikh al-Zarnuji, adalah dengan menelisik sisi mudharatnya (bahayanya), seperti bertumbuhnya penyakit, bebal (tidak cerdas), seperti terungkap dalam sebuah kata mutiara, “Perut kenyang, maka kecerdasan jadi hilang”. Atau seperti kata sepenggal syair, “Karena makan (terlalu kenyang), manusia jadi celaka”.

Terkait hal ini, Syaikh al-Zarnuji mengutip hadits Nabi, “Ada kelompok orang yang dimurkai Allah, namun bukan karena berdosa, (mereka adalah) tukang makan, orang kikir, dan orang sombong”. Penyebab dimurkai Allah karena tidak memperhatikan kesehatan dirinya sekaligus tidak memperhatikan orang kelaparan di sekitarnya.

Dalam hadits Nabi, salah satu cara mengurangi makan adalah berpuasa, “Sumber dari penyakit adalah perut, selanjutnya bahwa perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat” (HR. Muslim). Dari hadits ini juga didapat informasi bahwa puasa dapat mengobati penyakit yang ada di perut akibat memperturuti nafsu makan.

Nabi juga berpesan, “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk yaitu perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas” (HR. Turmudzi).

Secara praksis, Syaikh al-Zarnuji menuliskan cara mengurangi makan. Pertama, agar memakan makanan berlemak, karena makanan ini mendorong rasa cepat kenyang. Kedua, lebih dulu makan makanan yang lembut hingga mudah dicerna sehingga cepat terasa kenyang. Ketiga, tidak makan bareng orang yang sedang kelaparan karena orang tersebut cenderung makan berlebih dan mempengaruhi orang lain yang makan bersamanya.

Inilah tuntunan agama agar mengurangi makan yang sangat berguna. Mengurangi makan akan membuat siapa saja jadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit, lebih lincah beribadah, dan akan beroleh harta yang cukup karena tidak dihambur-hamburkan untuk makan. Di samping itu, mengurangi makan akan memunculkan simpati dan empati terhadap orang yang mengalami kelaparan.*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here