Amplop ‘Panas’ Diambil Lagi Calon Ketua LPM, RW di Bedahan Kompak Buka-bukan

962
Tatang Jauhari bersama rekannya saat menunjukan amplop yang telah diambil dari para ketua RW

Sawangan | jurnaldepok.id
Aksi calon Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Tatang Jauhari kembali viral di media sosial. Kali ini, ia nekat mengambil satu per satu amplop yang diberikan kepada ketua RW untuk memuluskan dirinya menjadi ketua LPM.

Aksinya itu divideokan langsung oleh dirinya dan sudah viral di goup WhatsApp dan media sosial lainnya.

“Pak Faisal RW 15 sudah mengembalikan amplop saya, intinya saya kasih ketegasan hari ini, saya tidak suka orang-orang munafik. RW-RW lain silahkan serahkan amplop itu, kalau tidak akan saya paranin satu per satu rumahnya. Tolong dengarkan, nih si Bangor jangan dipermainkan,” ungkap Tatang dalam video yang beredar, Selasa (29/11) sore.

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Tatang tidak membantah video tersebut ia yang membuat namun tidak disebarluaskan.

“Saya tidak ngeshare kemana-mana, enggak tahu (siapa yang share,red). Saya ngeshare tujuannya hanya sebatas untuk RW-RW. Bukanlah, kan tujuan saya metik duit ke RW-RW, kok melebar kemana-mana,” bantahnya, Rabu (30/11).

Sementara itu beberapa ketua RW ketika dikonfirmasi Jurnal Depok mengungkapkan bahwa mereka telah mengembalikan amplop itu kepada Tatang.

“Dari hari pertama saya sudah kembalikan amplopnya dan meminta maaf melalui WA. Ketika saya mau mengembalikan amplop ke rumah beliau, kebetulan saya bertemu di pos satpam perumahan saya, akhirnya saya serahkan di pos. Saya juga sudah bersalaman dengan Pak Tatang,” ujar Faisal, Ketua RW 15 kepada Jurnal Depok.

Lebih lanjut ia mengatakan, awalnya dirinya menolak untuk menerima amplop berisi uang yang katanya Rp 1 juta itu. Namun ia tak kuasa menolaknya dikarenakan amplop itu langsung dimasukan ke kantong pakaiannya.

“Saya enggak meminta dan enggak ada komitmen untuk mencoblos dirinya, karena saat itu soal pilihan, saya akan rapatkan dulu dengan ketua RT. Amplop itu belum saya buka, apa yang beliau kasih ke saya masih sama dengan yang saya kembalikan,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua RW 14 yang enggan disebutkan namanya. Ia menjelaskan, bahwa di hari Minggu (27/11) dirinya langsung mengembalikan amplop tersebut.

“Dia (Tatang,red) nelpon saya, saya minta ia datang ke rumah. Saat itu dia bilangnya bukan buat saya tapi untuk merapihkan lingkungan. Lalu saya bilang, kalau untuk merapihkan lingkungan sih boleh, tapi kalau untuk saya enggak usah,” tandasnya.

Dikatakannya, bahwa dirinya tidak ada niatan sama sekali untuk menerima amplop tersebut, apa lagi memintanya.

“Demi Allah enggak minta, semuanya juga enggak ada yang minta. Makanya ba’da magrib saya langsung balikin seusai jenguk orang tua saya yang sakit. Enggak tahu isinya berapa karena saya enggak sempat buka dan saya langsung kasihin sama amplop-amplopnya,” katanya.

Sementara itu Ketua RW 04, Abdul Rosyad mengungkapkan kronologi pemberian amplop tersebut. Ia mengatakan, Tatang meminta dirinya untuk memegang amplop tersebut.

“Bahasanya pegang aja, pasti semua versinya sama. Intinya ia minta dukungan dan minta suara. Dari awal saya enggak pernah minta amplop dan hari itu juga saya langsung balikin,” jelasnya.

Dijelaskannya, ia bersama RW yang lain niatnya mau mengembalikan langsung amplop tersebut ke Tatang. Namun, ia bertemu dengan tokoh pemuda, Bodon.

“Akhirnya kata Bang Bodon biar dia yang mengembalikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bang Bodon yang mengembalikan amplop itu ke Pak Tatang. Isinya betul Rp 1 juta, karena dua suara jadi Rp 2 juta, sudah saya buka di depan staf saya dan dua-duanya sudah dikembalikan,” terangnya.

Lurah Bedahan, Kecamatan Sawangan, Musonif ketika dimintai konfirmasi terkait polemik tersebut mengungkapkan, bahwa persoalan itu tidak ada sangkut pautnya dengan kelurahan dan kepanitiaan.

“Panitia sudah bekerja secara professional, benar dan mengacu pada Perwal, bahkan mereka tidak menerima imbalan apapun dari para calon. Sebenarnya para calon pun sudah membuat surat pernyataan siap kalah dan siap menang di atas materai,” ungkapnya.

Sebelumnya, video viral calon Ketua LPM Bedahan, Tatang Jauhari viral di media sosial. Ia tak segan-segan meninta amplop berisikan uang masing-masing Rp 1 juta dikembalikan dan menuding beberapa ketua RW, kader dan tokoh agama sebagai oarng yang munafik karena tidak memilihnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here