Lintas Ormas Dukung Pemerintah Bangun Masjid Jami Al Quddus di Lahan SDN Pondokcina 1

281
Ketua dan Pengurus Lintas Ormas di Depok foto bersama usai menggelar diskusi publik

Cilodong | jurnaldepok.id
Lintas organisasi masyarakat di Kota Depok memberikan dukungan terhadap Pemkot Depok untuk membangun Masjid Jami Al Quddus di Jalan Margonda, Kecamatan Beji.

Untuk mencari jalan keluar atau solusi tersebut, lintas ormas di Depok menggelar diskusi publik bertajuk ‘Polemik SDN Pondok Cina 01: Dinamika dan Solusi’, di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Salah satu narasumber Pengamat Kebijakan Publik, Aris Munandar mengatakan, relokasi sekolah menjadi hal yang tidak bisa dihindari, melihat pertimbangan keamanan dan kenyamanan.

“Persoalan relokasi mesti memperhatikan kebutuhan anak murid. Harus diakomodasi. Diberi ruang yang kondusif,” ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan, atas gejolak yang muncul, dirinya mendesak Dinas Pendidikan Kota Depok membuka komunikasi dengan orang tua siswa. Karena ia melihat masalah ini sifatnya sensitif dengan kepentingan kelompok atau politik.

“Sebagai sebuah kebijakan publik (bangun masjid) bagaimanapun adalah keputusan politik. Pastinya ada resistensi. Tidak selalu sejalan. Komunikasi yang baik, untuk Dinas Pendidikan memberi jaminan pendidikan tetap berjalan,” tegasnya.

Ketua Pandawa Lima (gabungan lima ormas), Ajazih Azis, dalam kesempatan itu mendukung adanya masjid agung di Kota Depok.

“Bahkan, ide ini sudah ada sejak empat tahun lalu, sejak pandawa lima ada. Inilah saatnya sekarang. Makanya Pandawa Lima mendukung penuh,” katanya.

Namun demikian, ia meminta agar para siswa juga tidak boleh sampai terlantar, misalnya dalam proses laglitas sekolah.

Seperti diketahui, nantinya jika proyek pembangunan masjid jadi, maka geudng SDN Pondok Cina 1 akan dirubuhkan.

“Nanti bagaimana soal ijasahnya. Tetap pakai SDN Pondok Cina 1 atau tidak. Tolong diperhatikan. Intinya, pembangunan masjid lanjut, tapi anak-anak tidak boleh sampai terlantar,” jelasnya yang juga menjabat Ketua Forkabi Kota Depok.

Di tempat yang sama, Ketua LSM Kapok, Kasno menuturkan, beberapa OKP, Ormas, LSM, dan warga yang hadir dalam diskusi, menghendaki pembangunan masjid agung tetap berlangsung. Kemudian, merger atau relokasi SDN Pondok Cina 1 tetap berjalan.

Sementara itu hasil diskusi publik ini merekomendasikan enam poin penting sebagai solusi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok diantaranya lakukan pendekatan humanis oleh para guru mendatangi rumah siswa dan menjemput siswa agar bersekolah di sekolah yang sudah disediakan di SDN Pocin 3 dan 5.

“Kehadiran para siswa bersekolah juga terkait dengan semakin dekatnya ujian semester. Para siswa pasti kangen sekolah dan kangen bertemu gurunya,” jelasnya.

Sebaiknya, kata dia, Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengundang ke Balai Kota Depok para orangtua yang kontra pelaksanaan relokasi, beri penjelasan dan pengertian serta dengarkan keluh kesah mereka.

Selain itu, Kesbangpol Depok lakukan pendekatan humanis oleh LPM, RT, RW, Lurah dan camat mendatangi rumah para orang tua untuk memberikan penjelasan agar anak-anaknya kembali bersekolah.

Selanjutnya, Diskominfo Depok lakukan jumpa pers terbuka untuk penyampaian informasi secara lengkap, kronologis rencana relokasi dan pembangunan masjid, sehingga informasi yang didapat para awak media tidak sepotong-sepotong sehingga pemberitaan menjadi terkonfirmasi, tidak sepihak.

Pemkot Depok harus tetap menjaga kondusifitas dengan terus berkoordinasi dengan seluruh komponen, dengan Forkompinda dan aparat kepolisian.

“Para anggota DPRD semestinya memberikan pencerahan, mencerdaskan, mendukung kebijakan pemerintah dan selanjutnya melakukan pengawasan, jangan malah seperti ‘mengkompori’ dan jadikan siswa ‘tameng’ atau korban untuk ambisi politisasi,” ungkapnya.

Namun sayang, dalam diskusi tersebut tidak melibatkan orang tua siswa SD Pondokcina 1. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here