Digoyang Gempa Cianjur, Plafon UPT Damkar Cipayung Ambruk

48
ASN berhamburan ke luar Gedung Dibaleka II saat terjadi gempa

Cipayung | jurnaldepok.id
Diduga karena getaran gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, atap plafon di salah satu ruang UPT Damkar Cipayung ambruk.

“Ya, katanya gara-gara gempa atap plafon di ruang Kasubag ambrol,” ujar salah satu pegawai Damkar yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu akibat gempa yang terjadi di daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gedung Baleka Kota Depok langsung berhamburan keluar kantor. Guncangan yang cukup kencang dan terasa ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, guncangan sebesar 5,6 SR yang terjadi di Kabupaten Cianjur cukup terasa sampai di gedung baleka lantai 7.

Salah satu ASN Kota Depok, Agus mengatakan, guncangan sangat terasa hingga sampai di lantai 7 semua benda bergetar.

“Semua pegawai termasuk saya yang ada di lantai tujuh langsung turun menyelamatkan diri keluar Gedung, karena gempa yang cukup terasa getarannya sampai dalam gedung,” paparnya, Senin (21/11).

Para ASN yang panik, kata dia, berhamburan keluar gedung. Sementara pegawai yang berada di lantai 7 memilih evakuasi dengan mempergunakan tangga darurat.

“Karena panik semua, pada jalan keluar melalui tangga darurat tidak ada yang melewati lift,” katanya.

Pegawai lainnya, Sani mengatakan, karena guncangannya lumayan besar, jadi semua pegawai langsung lari ke luar karena panik. Dirinya mengungkapkan, ia turun dari lantai tujuh Gedung Dibaleka II Pemkot Depok melalui tangga darurat.

“Saya langsung berlari dari lantai tujuh lewat tangga darurat, karena tidak ada yang berani lewat lift,” tandasnya.

Dia menyebut, saat itu pun tangga darurat sangat ramai dan dirinya juga turun hanya membawa ponsel saja.

“Tidak sempat bawa apa-apa, lagi kerja langsung lari, cuma bawa ponsel doang,” jelasnya.

Kepanikan juga dirasakan oleh Anggota Polsek Bojongssri yang tengah melakukan pelayanan. Mereka berhamburan keluar dan teriak gempa.

Di lokasi lainnya, siswa di SD Beji 5 berhamburan dan berlarian dari lantai dua ke lapangan upacara saat terjadinya gempa.

“Saat sedang ada KBM ada gempa, siswa kami instruksikan keluar ruangan dengan tenang dan para siswa dikumpulkan dititik evakuasi aman di lapangan upacara. Alhamdullilah siswa tidak ada yang terluka,” ungkap salah seorang guru, Dian.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran persnya mengatakan, gempa bumi dengan magnitude (M) 5,6 SR dirasakan warga Jakarta dan sekitarnya.

“Pusat gempa berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Data sementara dua warga meninggal dunia dan sejumlah rumah rusak pascakejadian tersebut. Sejauh ini Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mendapatkan sejumlah informasi dari beberapa daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melaporkan, selain adanya korban meninggal dunia, warga juga mengalami luka-luka. Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here