Diduga Ada Atlet ‘Siluman’ Ikut Bertanding, Target KONI Depok Meleset Diajang Porprov

121
Ketua KONI Depok, Herry Suprianto saat memberikan ucapan selamat kepada salah seorang atlet

Margonda | jurnaldepok.id
Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Prorprov) Jawa Barat resmi berakhir pada, Sabtu (19/11). Kota Depok finish di posisi 14. Padahal, target Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok masuk 10 besar.

Posisi tersebut mengalami penurunan, diama pada Porprov 2018 lalu Kota Depok berada di posisi ke 13.

Dikutip dari situs resmi konidepok.or.id, Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto mengungkapkan, melalui berbagai tekanan mental para atletnya, ia menyadari sulit untuk mencapai target masuk 10 besar.

“Kontingen Kota Depok masuk peringkat 14 dengan mengumpulkan 15 emas, 28 perak dan 41 perunggu,” ujarnya.

Herry tetap bersyukur kontingen Kota Depok dalam perolehan medali lebih bagus dari tahun sebelumnya ketika PORPROV Jabar di gelar di Bogor.

“Peningkatan 1 emas, 14 perak dan 12 perunggu merupakan perjuangan cukup panjang yang dihasilkan atlet Depok,” paparnya.

Dalam tulisan tersebut Herry menduga dan mencium aroma ‘kecurangan’ yang dilakukan oleh beberapa pihak.

Semua itu bersumber adanya intervensi “Dewan Hakim” KONI Jabar melalui “Surat Sakti” yang sering menekan panitia pertandingan dibeberapa cabang olahraga di sembilan kota yang menjadi tuan rumah penyelenggara.

Seperti halnya kejadian di cabang Atletik dan Muaythai yang jelas-jelas merugikan atlet Kota Depok dalam perburuan medali emas.

“Agus Prayogo dalam Raker Pengcab PASI Jabar hanya boleh tanding di satu nomor. Kenyataan di lapangan tanding tiga nomor. Dari situ sudah jelas kontingen Kota Depok kecolongan medali emas,” jelasnya.

Kehilangan satu medali emas lagi terjadi di lompat jauh. Muhamad Fachri di nomor lompat jauh putra meraih medali perak jarak 7,04 m. Hal itu terjadi setelah atlet ‘siluman yang tidak melalui babak kualifikasi bisa tanding di PORPROV Jabar XIV tahun 2022.

Adanya atlet ‘siluman’ yang ikut tampil di lompat jauh, Fachri yang seharusnya meraih medali emas, harus puas mendapatkan perak.

Dengan hilangnya satu lagi medali emas di cabang lompat jauh, kontingen Kota Depok secara keseluruhan kecolongan empat medali emas. Hal itu yang cukup menyakitkan di PORPROV Jabar XIV bisa kemasukan atlet ‘siluman.

Begitu juga pada pertandingan Muaythai, atlet Depok atas nama Rian Rinaldy di nomor seni pada sore harinya dinyatakan meraih medali perak. Ternyata pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB dinyatakan meraih medali perunggu oleh Dewan Hakim.

Begitu juga saat turun di kelas 67 Kg, pertandingan partai final digelar pukul 23.00 WIB. Namun karena ketangguhan Rian Renaldy, wasit tidak mempunyai alasan untuk mengalahkan. Dengan nilai cukup telak, Rian berhasil meraih medali emas bagi Depok.

Kondisi yang tidak normal juga terjadi di cabang lain, baik silat, tenis dan beberapa cabang lainnya dialami daerah lain yang menurunkan atletnya di PORPROV Jabar.

Lebih anehnya lagi jumlah medali yang diperebutkan membengkak dari jumlah sebelumnya yang sudah diumumkan panitia PORPROV Jabar XIV tahun 2022.

“Sebelumnya berjumlah
1.044 medali yang diperebutkan. Saat menjelang penutupan berubah menjadi total 1.049 medali,” katanya.

Adanya tekanan mental tersebut membuat ajang PORPROV Jabar XIV terkesan amburadul alias bobrok. Bahkan tidak lagi menjunjung azas sportifitas sebagai alat pemersatu atlet.

Melalui berbagai cobaan mental yang dialami para atletnya, Herry hanya bisa mengelus dada.

“Karena selama mendampingi atletnya di PORPROV Jabar sudah berjuang seoptimal mungkin untuk memberikan pembelaan dengan melakukan protes keras. Namun hasilnya, tidak maksimal. Semoga kejadian di PORPROV Jabar XIV tahun 2022, tidak terulang kembali di tahun mendatang,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here