Masih Ada 20% Lagi Sekolah Dasar Yang Belum Menerapkan Kurikulum Merdeka

57
Beberapa orang guru saat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka kepada siswa

Laporan: Aji Hendro
Sebanyak 80 persen Sekolah Dasar (SD) di Kota Depok telah menerapkan program Kurikulum Merdeka dan sisanya 20 persen belum melaksanakan.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Depok, Syahril Simamora saat ditemui wartawan pada kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka di SDIT Darul Abidin, Beji Timur.

Dia menambahkan, di Kota Depok ada 414 Sekolah Dasar, dimana 380 sudah sekolah merdeka, sementara sisanya masih ada yang menerapkan kurikulum tiga belas.

“Untuk saat ini sudah ada 80 persen yang jalankan kurikulum Merdeka sementara sisanya belum, masih kami tunggu,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan, ada sekolah yang masih belum menjalankan kurikulum merdeka karena masih memiliki kendala. Sala satu kendala masih ada guru yang belum mengerti akan impelementasi kurikulum merdeka itu sendiri.

“Kalau kami tanya di sekolah mengapa mereka belum jalankan kurikulum merdeka, jawabannya masalah Sumber Daya Manusia,”katanya.

Terkait hal itu, pihaknya mengajak perwakilan guru di Depok untuk melihat pelaksaan Kurikulum Merdeka di SDIT Darul Abidin.

“Kami ajak perwakilan guru agar mereka mengetahui tentang project penguatan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka ini memberikan keleluasaan kepada peserta didik, guru dan sekolah dalam mengembangkan rencana pembelajarannya, yang diharapkan dapat menjadi media edukatif, transformasif yang mana pembelajarannya lebih relevan dan interaktif,” jelasnya.

Siswanya, kata dia, ditargetkan untuk menjadi pelajar pancasila, sedangkan untuk pendidiknya menjadi guru penggerak, lalu prosesnya disebut dengan Kurikulum Merdeka.

“Sedangkan untuk sekolahnya disebut dengan Sekolah Merdeka. Jadi, semuanya saling berkaitan untuk menciptakan pendidikan yang bermutu, karena setiap orangnya memiliki peran. Kami harap Sekolah Dasar baik swasta dan negeri di Depok pada tahun 2023-2024 sudah menerapkan Kurikulum Merdeka,” harapnya.

Di lokasi sama Wakil Kepala SDIT Darul Abidin, Ganelia menambahkan, kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka.

“Kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini kami lakukan selama satu minggu. Di impelementasikan keberagaman budaya seperti level enam dia mengimpelemntasikan tentang batik. Kelas IV atau level IV siswa mengimpelementasikan tentang keberagaman di Indonesia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Kurikulum Merdeka memberikan kesempatan anak untuk menunjukkan potensi yang dimilikinya. Pembelajarannya berpusat pada anak didik, bukan pada guru.

Dia menambahkan, menerapkan kurikulum merdeka dengan tujuan agar siswa tidak mengalami loss learning atau berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis.

“Kurikulum Merdeka memberikan kemudahan bagi guru dalam merencanakan pembelajaran hingga evaluasi pembelajaran pada siswa. Karena kurikulum ini memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak didik di sekolah,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here