Terjadi Peristiwa Penusukan, Warga Sukmajaya Sweeping Rentenir

668
Spanduk larangan rentenir masuk wilayah Sukmajaya

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Warga di RT 01/01 Kelurahan Sukmjaya, Kecamatan Sukmajaya, memasang spanduk bertuliskan penolakan keberadaan rentenir di lingkungannya.

Dalam spanduk berwarna kuning bertuliskan ‘kami warga di RT 01/01 Kelurahan Sukmajaya menolak keras bank keliling atau rentenir masuk wilayah kami’.

Salah seorang warga, Mul mengatakan, alasan warga yang melatarbelakangi sejumlah spanduk penolakan bank keliling atau rentenir terpasang di lingkungan RT 01 RW 01, Sukmajaya, dikarenakan buntut dari tragedi penusukan yang dilakukan penagih hutang terhadap rekanannya.

“Iya, karena (oknum) bank keliling tusuk orang, karena konflik itu jadi bank keliling dilarang masuk kawasan ini, makanya sekarang tidak boleh,” ujarnya, kemarin.

Peristiwa dua penagih hutang berkelahi hingga berujung penusukan itu terjadi di sebuah warung makan di lingkungan tersebut, pada 22 September lalu. Selain itu, warga juga menolak kehadiran rentenir karena kerap berbuat kasar kepada debiturnya.

Ketua RT 01 RW 01, Sukmajaya, Oom Rahmat mengatakan, pihaknya telah membentuk tim sweeping untuk menegur bank keliling atau renternir yang masih beroperasi di lingkungannya.

“Iya kami akan tegur, memang kalau ada bank keliling itu kumpul sudah ada orang yang siap untuk menegur, karena kami juga sudah bentuk tim,” tandasnya.

Dia mengatakan, keberadaan itu bukan bermaksud untuk mematahkan usaha renternir, namun lebih mengkhwatirkan warganya mendapat perlakuan dari oknum renternir yang menagih secara kasar.

“Alasannya ini biar kami tidak kecolongan mohon maaf aja, bukan berartinya kami menghalangi usaha orang, karena kami khawatir dengan cara-cara para penagih bank keliling itu semacam keras,” katanya.

Kendati telah dibentuk tim sweeping, dia mengaku belum menemukan para renternir yang masih berkeliaran di lingkungannya.

Namun, dia menegaskan pihaknya akan melakukan penindakan terhadap rentenir yang ditemukan masih beroperasi di lingkungannya.

“Terutama peneguran, kalau memang ditegur dia tak mengindahkan, kami akan menempuh jalur hukum. Karena bank keliling itu sistemnya tidak sesuai atau dianggap liar dengan caranya,” pungkasnya. n Aji Hendro

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here