KOOD dan Disporyata MoU Kembangkan Seni, Budaya & Bahasa Depok

72
Ketua KOOD dan Kadis Poryata disaksikan Wakil Wali Kota Depok saat menunjukkan bukti MoU

Laporan: Aji Hendro
Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok dan Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) sepakat bekerja sama untuk mengembangkan pariwisata dan budaya Depok.

“Kerja sama ini tentunya menjadi salah satu strategi mempromosikan Depok dengan mengoptimalisasikan kebudayaan dan pariwisata agar dikenal semakin luas,” ujar Kepala Disporyata Depok, Dadan Rustandi.

Oleh karena itu, kata dia, kedua pihak melakukan Momeradum of Understanding (MoU) agar budaya Depok bisa terus berkembang dan dilestarikan agar menjadi daya tarik pariwisata Kota Depok.

Dadan menyebut upaya pelestarian budaya Depok salah satunya melalui rangkaian acara Milad ke-22 KOOD. Pertimbangannya, sebagian besar pesertanya adalah pemuda.

“Kami sangat bangga dan apresiasi karena KOOD menghadirkan pelaku seni budaya anak muda. Ini yang harus dilestarikan, kebudayaan yang ada di Depok harus terus bertahan. Mudah-mudahan terjalin sinergisitas yang semakin baik,”katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KOOD, Ahmad Dahlan mengatakan kerja sama pihaknya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dibentuk agar seluruh elemen dapat duduk bersama dalam membahas pelestarian budaya asli Depok. Baik dari unsur pemerintahan, pelaku seni, maupun masyarakat.

“Ke depan kami berharap, MoU juga bisa dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengisi kegiatan tari-tarian, misalnya di sekolah. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menambahkan, bahwa budaya adalah jati diri bangsa, sehingga harus terus dilestarikan oleh semua pihak.

“Kita perlu membangun budaya bersama-sama karena budaya adalah jati diri bangsa. Maka harus terus dilestarikan sebagai warisan dunia,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini sedang terjadi krisis identitas nasional, karena gobalisasi masuk lebih cepat. Akibatnya budaya asing banyak mempengaruhi kultur yang sudah terbentuk di budaya timur.

“Kehadiran KOOD dapat menjadi garda terdepan menangkal budaya luar masuk ke Indonesia, khususnya Kota Depok,” ungkapnya.

Kemajemukan ini, lanjutnya, harus diperkuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya Depok yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here