22 Tahun KOOD Eksis Merawat Tradisi & Pemersatu Warga dari Berbagai Macam Warna

164
Wali Kota Depok saat menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua KOOD

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) menggelar peringatan Milad ke 22 pada, Selasa 29 Sepetember 2022.

Berusia 22 tahun, KOOD telah banyak berkontribusi untuk melestarikan seni, budaya dan bahasa serta tradisi orang Betawi pada umumnya.

“Kami berharap kedepan seni, budaya dan bahasa dijadikan jati diri sebuah daerah. KOOD terus bekerja agar masyarakat tahu, terlebih yang dari luar Depok bahwa kami memiliki seni, budaya dan bahasa. Begitu juga kami memiliki tradisi baik lisan maupun situs-situs yang akan kami angkat,” ujar H Dahlan, Ketua KOOD Kota Depok, Kamis (29/09).

Dari itu, pihaknya menggandeng Pemkot Depok dalam hal ini Disporyata untuk bekerjasama mengangkat seni budaya serta merawat tradisi Kota Depok.

“Kami siapkan SDM nya, karena semua kumpul di KOOD baik itu seniman maupun pelaku sejarah. Jika bicara orang Depok yang lahir turun temurun di Depok, saat ini mencapai 800 ribu orang penduduk Depok asli. Kalau yang punya KTA sudah puluhan ribu. Anggota KOOD adalah mereka yang tinggal turun temurun di Depok memiliki seni, budaya dan bahasa yang sama,” paparnya didampingi Sekretaris KOOD, Hj Nina Suzana.

Milad ke 22 KOOD Depok yang mengusung tema ‘Mengangkat dan Melestarikan Seni Budaya Islam’ digelar selama tiga hari yakni 29 September hingga 01 dan 02 Oktober 2022.

Acara yang bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dirangkai dengan kegiatan tasyakuran, pembacaan rawi, parade qosidah (mawalan), pentas gambang kromong dan pentas tari.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris berharap KOOD tetap eksis melestarikan seni, budaya dan bahasa.

“KOOD ini merupakan media untuk mengumpulkan orang-orang Depok dari berbagai macam warna-warni. Di sini salah satu bukti bahwa Depok itu toleran dan bisa rukun, karena semua warna kumpul di sini,” tandasnya.

Idris juga berharap, kedepan ketua dan pengurus KOOD harus orang-orang pemersatu dan duta kerukunan.

“Ini bisa dibuatkan legalitas sebagi lembaga komunitas sosial bersama dengan yang lainnya seperti Ikatan Keluarga Minang, IBS maupun komunitas orang Jawa. Nanti bisa dibuatkan festival etnis se Kota Depok,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut tokoh agama seperti KH Syihabudin Ahmad, KH Idrus Yahya, KH Ma’mun Murod, pengusaha ternama, H Yahman Setiawan, Wadon KOOD, Jawara KOOD, camat dan lurah se Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here